JT.COM – Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) resmi dideklarasikan di Hotel Mercure Kota Bengkulu, Kamis (12/2/2026).
Organisasi ini langsung mencatatkan kekuatan besar dengan menghimpun lebih dari 500 anggota, terdiri dari media siber, jurnalis, hingga konten kreator dan influencer dari berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu.
Data yang dipaparkan saat deklarasi menyebutkan, AMJ menaungi sedikitnya 105 media online, ratusan jurnalis aktif, serta puluhan kreator konten digital.
Komposisi ini menunjukkan terbentuknya jejaring informasi yang luas dan terintegrasi, tidak hanya berbasis redaksi konvensional, tetapi juga merambah ekosistem media sosial yang terus berkembang pesat.
Pembentukan AMJ lahir dari inisiatif para pelaku pers, jurnalis senior, dan kreator digital yang melihat perlunya wadah kolaboratif di tengah perubahan cepat dunia jurnalistik.
Transformasi digital telah mengubah pola konsumsi informasi publik, di mana media massa dan media sosial kini saling terhubung dan saling memengaruhi.
Dalam pemaparan panitia, disebutkan bahwa lebih dari 77 persen perusahaan pers di Indonesia telah berbasis digital. Sementara itu, media sosial berkembang menjadi ruang produksi informasi dua arah yang memungkinkan siapa pun menjadi pembuat konten.
Situasi tersebut, menurut para penggagas AMJ, memunculkan tantangan serius terkait akurasi informasi, integritas pemberitaan, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
“AMJ hadir untuk mengintegrasikan media siber, jurnalis profesional, dan ekosistem media sosial agar tetap berjalan dalam koridor hukum dan etika,” demikian disampaikan dalam pernyataan deklarasi.
Deklarasi AMJ mengusung tema “Kolaboratif dan Adaptif di Era Transformasi Digital”.
Tema ini menjadi arah gerak organisasi untuk membangun sinergi lintas platform sekaligus menjawab dinamika komunikasi publik yang semakin cepat dan terbuka.
AMJ menargetkan menjadi ruang kolaborasi yang tidak hanya memperkuat jaringan media, tetapi juga menjaga profesionalisme dan marwah pers di Bengkulu.
Para inisiator mempercayakan Wibowo Susilo, Founder Bengkulu Today, untuk memimpin AMJ pada fase awal pembentukan. Ia diharapkan mampu menyatukan berbagai elemen dalam organisasi serta membangun struktur yang solid dan berkelanjutan.
“AMJ bukan sekadar organisasi, tetapi wadah kolaborasi. Kita ingin membangun ekosistem informasi yang sehat, profesional, dan berintegritas,” ujar salah satu inisiator dalam kesempatan tersebut.
Deklarasi ini menjadi titik awal konsolidasi media dan jurnalis di Bengkulu. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya disinformasi, kehadiran AMJ diharapkan mampu menjadi penguat profesionalisme pers serta mitra strategis bagi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya. (Yl)
















Discussion about this post