JT.COM – Ikatan Mahasiswa Bengkulu Tengah (IKAMA Benteng) resmi melantik kepengurusan baru periode 2026 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat pada Minggu (7/6/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi organisasi mahasiswa daerah tersebut yang kini genap memasuki usia satu dekade.
Sebanyak 32 pengurus baru resmi mengemban amanah untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Pelantikan turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, perwakilan Kesbangpol Bengkulu Tengah, Kapolsek Talang Empat, serta sejumlah organisasi mahasiswa daerah (Ormada) se-Kabupaten Bengkulu Tengah.
Mengusung semangat “Satu Dekade Berdiri, Selamanya Mengabdi”, IKAMA Benteng menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai wadah mahasiswa yang aktif berkontribusi bagi daerah.
Ketua IKAMA Benteng, Irwansyah, menegaskan pelantikan bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan, melainkan titik awal pengabdian yang lebih besar.
“Pelantikan ini bukan tentang siapa yang dilantik, tetapi tentang apa yang akan kita lakukan setelahnya. Ini adalah janji bahwa kita siap menjaga, merawat, dan membawa IKAMA Benteng tetap hidup dan berarti,” ujar Irwansyah.
Menurutnya, 32 pengurus yang baru dilantik merupakan kekuatan baru yang harus mampu melahirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi Bengkulu Tengah.
“Jumlah ini bukan sekadar angka. Ini adalah kekuatan. Jika kita bergerak bersama dengan tujuan yang sama, IKAMA Benteng mampu menghadirkan dampak yang lebih besar bagi daerah,” katanya.
Irwansyah juga mengingatkan bahwa perjalanan 10 tahun IKAMA Benteng dibangun melalui proses panjang, pengorbanan, dan semangat kebersamaan para kader terdahulu.
“Sepuluh tahun ini bukan hanya soal usia organisasi, tetapi tentang perjuangan, kebersamaan, dan harapan yang terus dijaga hingga hari ini,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan organisasi sebagai ruang pengabdian yang nyata, bukan sekadar tempat berkumpul.
“Jangan biarkan organisasi ini hanya hidup di ruang rapat. Hadirkan manfaat di tengah masyarakat. Karena yang akan dikenang bukan rencana kita, tetapi apa yang benar-benar kita kerjakan,” tegasnya.
Sementara itu, Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) IKAMA Benteng, Redhowan Ahlim Abadi, menilai pelantikan menjadi momentum memperkuat arah perjuangan organisasi ke depan.
Menurutnya, IKAMA Benteng harus terus menjadi ruang tumbuhnya kepedulian sosial, lahirnya gagasan, dan hadirnya kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Pelantikan ini adalah pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga dan membawa IKAMA Benteng tetap hidup dan bermakna,” kata Redhowan.
Ia menegaskan kekuatan utama organisasi terletak pada nilai kekeluargaan yang selama ini menjadi fondasi perjuangan mahasiswa Bengkulu Tengah.
“Kita bukan sekadar organisasi. Kita adalah keluarga yang saling menjaga, saling menguatkan, dan saling memiliki. Jangan biarkan ego merusak kebersamaan yang telah dibangun,” ujarnya.
Redhowan juga mendorong pengurus baru untuk memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat.
“IKAMA Benteng tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar setiap program memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” tuturnya.
Ia menambahkan, mahasiswa tidak cukup hanya kritis dalam berpikir, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Ilmu yang kita miliki harus turun ke lapangan, menyentuh masyarakat, dan memberi manfaat. Kehadiran IKAMA Benteng harus benar-benar dirasakan,” katanya.
Pelantikan pengurus baru ini menjadi awal perjalanan baru IKAMA Benteng untuk terus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan, pengontrol sosial, sekaligus mitra strategis pembangunan daerah.
Dengan semangat satu dekade pengabdian, IKAMA Benteng berkomitmen menjaga eksistensi organisasi dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Bengkulu Tengah di masa depan. (Yl)














Discussion about this post