JT.COM – Bupati Kaur Gusril Pausi mengajak seluruh ayah di Kabupaten Kaur berpartisipasi dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru.
Gerakan ini bertujuan memperkuat peran keluarga sekaligus memberikan dukungan emosional kepada anak saat memulai aktivitas belajar.
Menurut Gusril, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah akan menjadi penyemangat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak dalam menghadapi lingkungan belajar yang baru.
“Kami mengajak seluruh ayah di Kabupaten Kaur meluangkan waktu untuk mengantarkan putra-putrinya ke sekolah pada hari pertama masuk. Kehadiran ayah akan menjadi penyemangat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak saat memulai tahun ajaran baru,” kata Gusril, Minggu (12/7/2026).
Ia menegaskan, pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Karena itu, keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, dan perkembangan emosional anak.
“Peran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga pendidik, pelindung, dan teladan bagi anak. Melalui GAMAS, kami ingin mempererat kedekatan emosional antara ayah dan anak agar tumbuh kembang mereka berlangsung secara optimal,” ujarnya.
Bupati juga mengimbau seluruh satuan pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), untuk menyambut kehadiran para orang tua, khususnya ayah, pada hari pertama masuk sekolah.
Menurutnya, kolaborasi antara keluarga dan sekolah menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman serta mendukung proses pendidikan anak sejak awal tahun ajaran.
Selain memberikan dukungan moral kepada anak, Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah juga diharapkan mampu mengurangi fenomena fatherless, yakni minimnya keterlibatan figur ayah dalam kehidupan anak yang dapat berdampak pada perkembangan emosional, sosial, dan pembentukan karakter.
Gusril berharap GAMAS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial di hari pertama sekolah, tetapi menjadi budaya positif yang terus dilakukan oleh para orang tua di Kabupaten Kaur.
“Kami berharap semakin banyak ayah yang hadir dalam setiap fase tumbuh kembang anak. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap membangun daerah,” pungkasnya. (Adv/Supratman)
















Discussion about this post