JT.COM – Kabar baik datang bagi pekebun sawit rakyat di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Program BENDA VOLD II resmi berjalan untuk memperbaiki sarana dan prasarana jalan usaha perkebunan kelapa sawit di Desa Ujung Padang dan Kelurahan Pasar Mukomuko, Kecamatan Kota Mukomuko.
Program ini menyasar akses utama petani menuju kebun dan lokasi pengangkutan hasil panen. Perbaikan jalan diharapkan membuat mobilitas petani lebih lancar sekaligus menekan biaya angkut tandan buah segar (TBS).
Program BENDA VOLD II mendapat pendanaan dari Kerangka Pendanaan BLU BPDP Sawit melalui kerja sama dengan Sekretariat Tim Sarpras Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian RI.
Ketua Kelompok Tani BENDA VOLD II, Agus, mengatakan program tersebut tidak datang begitu saja. Kelompok tani harus memenuhi berbagai persyaratan dan melengkapi data sebelum program mendapat dukungan pemerintah pusat.
“Untuk menjemput program ini ke pusat tidak mudah. Data dan persyaratan harus lengkap. Kami juga harus menunjukkan komitmen yang kuat. Semua itu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan,” ujar Agus.
Program tersebut kini mulai terlihat manfaatnya di lapangan. Perbaikan jalan mencakup 4,805 kilometer di Desa Ujung Padang dan 6,6 kilometer di Kelurahan Pasar Mukomuko.
Total jalan yang mendapat penanganan mencapai 11,405 kilometer.
Selain memperbaiki badan jalan, proyek ini juga membangun empat titik box culvert dan satu unit plat deker.
Total anggaran program mencapai Rp8.782.000.000 atau sekitar Rp8,78 miliar.
Data kelompok tani penerima program mencatat luas kebun pendukung mencapai 101 hektare dengan jumlah 42 pekebun.
Namun, dampak pembangunan jalan diproyeksikan jauh lebih luas. Akses tersebut berpotensi mendukung aktivitas perkebunan rakyat hingga sekitar 2.400 hektare di kawasan sekitar lokasi pembangunan.
Menurut Agus, kondisi itu menjadi salah satu alasan penting mengapa perbaikan jalan usaha perkebunan sangat dibutuhkan.
“Walaupun kebun pendukung kami tercatat 101 hektare, manfaat perbaikan jalan ini bisa dirasakan hingga sekitar 2.400 hektare kebun rakyat. Ini tentu sangat besar bagi petani,” jelasnya.
Dengan akses yang lebih baik, petani diharapkan lebih mudah membawa hasil panen dari kebun menuju tempat penampungan atau titik pemasaran.
Perbaikan jalan juga diharapkan dapat memperpendek waktu tempuh dan menekan biaya operasional kendaraan pengangkut TBS.
Keberhasilan program BENDA VOLD II tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko. Dinas Pertanian dan Dinas PUPR ikut melakukan pengawasan teknis serta pendampingan di lapangan.
Dukungan juga datang dari Lembaga Adat So-Andeko Desa Ujung Padang. Lembaga tersebut turut mendorong pelaksanaan program demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Agus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Ini program untuk masyarakat dan manfaatnya kami harapkan bisa dirasakan hingga anak cucu nanti,” katanya.
Para pemilik kebun menyambut baik pembangunan tersebut. Mereka berharap jalan yang lebih baik dapat memperlancar pengangkutan hasil panen.
“Kami sangat berterima kasih kepada BLU BPDP Sawit, Ditjenbun Kementan, Pemkab Mukomuko, dan Lembaga Adat. Dengan jalan yang diperbaiki, pengangkutan hasil panen menjadi lebih mudah. Kami berharap biaya angkut juga semakin rendah,” ujar salah seorang pemilik kebun.
Perbaikan jalan usaha perkebunan BENDA VOLD II diharapkan memberi efek langsung terhadap aktivitas petani. Akses yang lebih lancar dapat mempercepat distribusi TBS dan menekan biaya angkut.
Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan ikut meningkatkan efisiensi usaha perkebunan dan memperkuat posisi petani dalam rantai pemasaran sawit.
Program BENDA VOLD II menjadi contoh pentingnya kolaborasi dalam membangun infrastruktur perkebunan rakyat. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga adat, kelompok tani, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan program berjalan dan memberi manfaat.
Agus berharap seluruh pihak ikut menjaga hasil pembangunan tersebut agar manfaatnya bertahan dalam jangka panjang.
“Dari kita untuk kita. Mari kita sukseskan bersama. Dengan kebersamaan, pembangunan ini akan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tutup Agus. (Dd)
















Discussion about this post