Blitar, Jabungtoday.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar mulai memperkuat struktur organisasi dengan mengedepankan regenerasi kader. Penataan tersebut menjadi bagian dari persiapan partai menghadapi kontestasi politik lima tahun mendatang.
Regenerasi dilakukan mulai dari struktur kepengurusan di tingkat kecamatan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar selama dua hari, Sabtu (8/8/2026) dan Minggu (9/8/2026), di Kampung Coklat.
Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar M.Rifa’i menyebut Musancab bukan sekadar agenda pergantian atau penataan kepengurusan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun organisasi yang lebih solid.
Menurutnya, kepengurusan baru di tingkat kecamatan nantinya akan menjadi bagian penting dalam menjalankan program dan strategi PKB Kabupaten Blitar.
“Di samping sebagai upaya untuk regenerasi restrukturisasi di tingkat kecamatan, kita juga menata ke depan dimulai dari awal kepengurusan ini untuk menata targetnya PKB ke depan,” ujar M. Rifa’i.
Usai Musancab, DPC PKB Kabupaten Blitar akan menggelar rapat kerja bersama DPAC terpilih. Rapat tersebut akan membahas berbagai program sekaligus strategi untuk meningkatkan kekuatan politik PKB.
Salah satu target yang menjadi perhatian adalah perolehan kursi DPRD Kabupaten Blitar. Pada Pemilu sebelumnya, PKB memperoleh 11 kursi.
M. Rifa’i menegaskan angka tersebut harus ditingkatkan pada pemilu berikutnya. PKB Kabupaten Blitar menargetkan dapat mengembalikan perolehan kursi seperti capaian sebelumnya yang berada di angka 13 hingga 14 kursi.
“Target lima tahun yang akan datang perolehan kursi harus naik. Dari yang kemarin 11, kita menargetkan mengembalikan suara kursi kita seperti waktu pemilu yang pertama, ada 13 sampai 14. Itu target kita,” tegasnya.
Tidak hanya legislatif, PKB Kabupaten Blitar juga menargetkan kemenangan dalam Pilkada. Penyusunan strategi untuk mencapai target tersebut akan dilakukan melalui rapat kerja tahunan partai.
Dalam proses regenerasi, kader senior tetap mendapatkan tempat dalam struktur organisasi. Mereka diarahkan untuk menempati jajaran Syuriyah yang memiliki fungsi sebagai dewan pertimbangan, sedangkan jajaran Tanfidz lebih banyak diisi generasi muda sebagai pelaksana organisasi.
M.Rifa’i menegaskan bahwa regenerasi tidak dimaksudkan untuk meninggalkan kader lama. Pengalaman para senior tetap dibutuhkan sebagai bagian dari pertimbangan dan penguatan organisasi.
Sementara itu, ruang bagi generasi muda diperluas melalui organisasi seperti Gemasaba, Panji Bangsa dan Garda Bangsa. Ketiga wadah tersebut diharapkan mampu menjadi sarana untuk menjaring mahasiswa dan anak muda yang memiliki ketertarikan terhadap dunia politik.
Selain itu, PKB mendorong adanya kader milenial yang memahami teknologi di setiap struktur kepengurusan. Musancab kali ini diikuti sekitar 1.516 peserta dengan 23 DPAC, termasuk pembagian kepengurusan Ponggok menjadi Ponggok 1 dan Ponggok 2.
Dengan penguatan struktur, regenerasi dan pemanfaatan teknologi, PKB Kabupaten Blitar optimistis mampu membangun kembali kekuatan politiknya serta mengejar target 13 hingga 14 kursi DPRD pada pemilu mendatang.(*)
















Discussion about this post