JT.COM – Kapolda Cup Road Race Championship 2026 mencatat rekor baru di Bengkulu.
Sebanyak 780 starter mengikuti kejuaraan balap motor di Sirkuit Nonpermanen (NP), depan Polresta Bengkulu, Sabtu (24/10/2026).
Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang rata-rata diikuti sekitar 400 starter.
Ketua Panitia, Kombes Pol. Muhammad Hasan, S.I.K., M.H., menyebut tingginya jumlah peserta sebagai momentum kebangkitan olahraga otomotif di Bengkulu.
“Alhamdulillah, hari ini tercatat sekitar 780 starter. Ini menjadi rekor selama penyelenggaraan event balap di Bengkulu. Biasanya jumlahnya sekitar 400 starter,” kata Hasan saat melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada Kapolda Bengkulu.
Hasan berharap tingginya antusiasme peserta menjadi pemicu perkembangan olahraga balap motor di daerah.
Ia juga ingin kejuaraan ini melahirkan pembalap berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Salah satu terobosan Kapolda Cup Road Race Championship 2026 ialah menghadirkan kelas khusus pelajar SMP dan SMA.
Panitia membuka kelas ini untuk menampung minat generasi muda sekaligus memberi mereka ruang berkompetisi melalui jalur resmi.
Menurut Hasan, kelas pelajar mendapat sambutan positif. Lebih dari 50 pelajar mendaftar untuk mengikuti perlombaan.
“Kami sengaja membuka kelas SMP dan SMA karena ingin mengakomodasi minat anak-anak muda. Ternyata peminatnya lebih dari 50 orang,” jelasnya.
Kehadiran kelas pelajar diharapkan menjadi langkah awal pembinaan pembalap muda Bengkulu.
Dengan mengikuti kompetisi resmi, para pelajar dapat mengasah kemampuan, memahami regulasi, dan belajar menjunjung tinggi sportivitas.
Panitia menggelar rangkaian kejuaraan selama tiga hari, mulai dari kualifikasi hingga final. Hasan memastikan panitia telah memeriksa kesiapan petugas kesehatan, lintasan, dan perlengkapan keselamatan.
“Kami sudah melakukan inspeksi bersama. Kesiapan panitia, layanan kesehatan, dan keselamatan lintasan telah kami periksa agar kegiatan berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Sebelum pembalap turun ke lintasan, petugas lalu lintas juga memasang stiker resmi sebagai bagian dari pemeriksaan peserta.
Pemeriksaan kendaraan dan perlengkapan balap menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh peserta memenuhi persyaratan keselamatan.
Kapolda Bengkulu menegaskan bahwa Kapolda Cup Road Race bukan sekadar ajang kompetisi. Kejuaraan ini juga menjadi sarana menyalurkan hobi balap anak muda agar tidak mengganggu ketertiban dan keselamatan masyarakat di jalan raya.
Dalam sambutannya di hadapan para pembalap SMP, SMA, peserta umum, dan penonton, Kapolda meminta generasi muda menghentikan konvoi liar serta aktivitas geng motor yang meresahkan warga.
“Ini kita laksanakan supaya hobi anak-anak muda bisa tersalurkan melalui sirkuit yang tersedia. Jadi, tidak mengganggu masyarakat yang menggunakan jalan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jalan umum bukan tempat untuk melakukan konvoi yang membahayakan pengguna jalan lain.
“Tolong jangan ada lagi kumpul-kumpul dan konvoi di jalan. Itu bukan tempat yang tepat,” pesannya.
Kapolda menegaskan, Polda Bengkulu bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Bengkulu dan IMI Nasional berupaya menyediakan ruang balap yang terarah.
Ia meminta para pembalap muda memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraih prestasi, bukan melakukan aksi berbahaya di jalan raya.
Kapolda juga menegaskan komitmennya untuk mendukung keberadaan sirkuit sebagai sarana pembinaan pembalap.
Menurutnya, fasilitas balap yang memadai dapat mendorong anak muda mengembangkan bakat secara positif.
Ia berharap Bengkulu melahirkan lebih banyak pembalap yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kompetisi nasional maupun internasional.
Salah satu pembalap yang menjadi inspirasi ialah Vega, yang disebut Kapolda telah tampil di level internasional.
“Kita berharap dari Provinsi Bengkulu muncul pembalap-pembalap yang bisa mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” ujarnya.
Dukungan terhadap Kapolda Cup Road Race Championship 2026 juga terlihat dari kehadiran pengurus IMI Bengkulu di tenda VIP.
Keterlibatan organisasi otomotif ini menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan lomba sesuai regulasi, standar keselamatan, dan sistem penilaian.
Dukungan berbagai pihak, termasuk Polda Bengkulu, IMI, dan Jasa Raharja, turut memperkuat pelaksanaan kejuaraan tersebut.
Rekor 780 starter menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap olahraga balap motor di Bengkulu.
Antusiasme peserta dan penonton di Sirkuit NP depan Polresta Bengkulu menjadi modal untuk mengembangkan pembinaan otomotif secara berkelanjutan.
Melalui Kapolda Cup Road Race 2026, Bengkulu diharapkan tidak hanya sukses menyelenggarakan perlombaan, tetapi juga mampu mencetak pembalap muda berprestasi sekaligus menekan aksi balap liar dan konvoi yang membahayakan masyarakat. (Yl)












Discussion about this post