• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Selasa, 13 Oktober 2026
Jabung Today
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN

Rasa Prihatin dan Kasihan, Cerminan Kepedulian atau Sekadar Simpati?

Redaksi by Redaksi
24/06/2025
in OPINI
0
Ilustrasi simpatik(Dok.Chat gbt)

Ilustrasi simpatik(Dok.Chat gbt)

PostTweetShareScan

Oleh : Kartoyono

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi situasi yang menggugah hati: seorang ibu tua mengais sampah untuk makan, seorang anak kecil menjajakan tisu di perempatan jalan, atau buruh yang kehilangan pekerjaan karena PHK massal.

Baca juga

BRIEF 2026 Buka Peluang Investasi Bengkulu ke Pasar Global

12/10/2026

HUT ke-27 Sarolangun, Gubernur Al Haris Tekankan Hari Jadi Sebagai Momentum Evaluasi dan Perkuat Sinergi Pembangunan

12/10/2026

Kapolri Pimpin Sertijab Kakorlantas dan Tiga Kapolda di Mabes Polri

12/10/2026

Melesat di Tengah Persaingan Ketat, Bintang dan Resky Naik Podium Moto4 Asia Cup

12/10/2026

Ditpolairud Polda Bengkulu Patroli dan Sambangi Nelayan di Perairan Muara Dua

12/10/2026

Minggu Kasih di Lubuk Sirih Ilir, Kapolsek Manna Tampung Keluhan Warga soal Kenakalan Remaja

12/10/2026

Dalam situasi seperti itu, dua perasaan yang paling sering muncul adalah rasa prihatin dan kasihan. Dua istilah ini sekilas tampak serupa, namun jika ditelaah lebih jauh, keduanya memiliki dimensi makna yang berbeda dan mencerminkan tingkat kepedulian yang tidak selalu setara.

Prihatin adalah bentuk empati yang mendalam, menyiratkan kepedulian, kesedihan, dan keinginan untuk ikut merasakan beban orang lain. Sementara kasihan cenderung muncul sebagai bentuk simpati sesaat, yang terkadang berhenti pada perasaan tanpa aksi lanjutan. Misalnya, kita mungkin merasa kasihan melihat pengemis di jalan, tapi berapa banyak dari kita yang benar-benar melakukan sesuatu untuk mengubah kondisi hidup mereka?

Rasa prihatin menuntut lebih dari sekadar simpati pasif. Ia mengandung unsur keterlibatan moral, bahkan dalam kadar tertentu bisa mendorong seseorang untuk bertindak. Ketika seseorang merasa prihatin terhadap kondisi kemiskinan struktural, misalnya, ia bisa terdorong untuk melakukan advokasi, menyumbang, atau ikut serta dalam gerakan sosial yang mencoba menyelesaikan akar masalah. Di sinilah letak pentingnya membedakan antara dua bentuk perasaan tersebut.

Namun, dalam kenyataannya, masyarakat kita kerap terjebak dalam romantisasi rasa kasihan. Kita mudah tersentuh oleh cerita sedih, namun juga cepat melupakannya. Media sosial menjadi saksi betapa viralnya kisah-kisah tragis, namun hanya sedikit yang benar-benar berlanjut pada upaya kolektif yang sistematis. Rasa kasihan menjadi konsumsi emosional semata, bukan pijakan menuju solusi.

Di sisi lain, terlalu sering pula kita menyalahkan korban dengan dalih ketidakmampuan mereka untuk bangkit. Seorang lansia yang bekerja di usia renta kerap dianggap sebagai kurang beruntung, bukan sebagai hasil dari kegagalan sistem jaminan sosial. Seorang anak jalanan dianggap kasihan karena tidak bisa sekolah, tapi jarang kita bertanya: mengapa negara belum mampu menjamin pendidikan bagi seluruh anak?

Rasa prihatin yang sejati harus muncul dari kesadaran akan struktur yang timpang, bukan sekadar dari pemandangan yang menyayat hati. Dalam konteks ini, peran negara, masyarakat sipil, dan individu menjadi sangat penting untuk tidak hanya merasa kasihan, tetapi bertindak. Prihatin harus memicu perubahan, bukan sekadar pelipur lara.

Maka, penting bagi kita untuk menumbuhkan kepekaan sosial yang tidak berhenti pada belas kasihan. Kita perlu belajar mendengarkan suara-suara yang tertindas, memahami akar dari penderitaan mereka, dan ikut serta dalam memperjuangkan keadilan sosial. Kasihan memang manusiawi, tapi prihatin yang disertai aksi adalah jalan menuju perubahan.

Akhirnya, rasa prihatin dan kasihan bukan hanya soal emosi pribadi. Ia adalah refleksi dari siapa kita sebagai manusia dan sejauh mana kita peduli terhadap sesama. Di tengah dunia yang semakin individualistis, semoga kita tidak kehilangan kemampuan untuk peduli secara nyata bukan hanya merasa kasihan, tapi hadir sebagai bagian dari solusi.

Previous Post

Pendaftaran Ditutup Besok, Hanya Empat Kandidat yang Ambil Formulir Ketua KONI Jambi

Next Post

Ivan Wirata Tegaskan Pentingnya Tertib Administrasi dalam Akses Layanan Sosial

Artikel lainnya

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Bandara Sultan Thaha: Upaya Membuka Langit Jambi, Membuka Masa Depan

by Redaksi
17/06/2026
Ir. Syahrasaddin, M.Si. (Dok. Penulis)
OPINI

MBG Jambi :  Dari Piring Anak Menuju Penguatan Ekonomi Desa

by Redaksi
17/06/2026
Prof. Dr. H. Syamsir, S.H., M.H. (dok. Penulis)
OPINI

Perspektif Hukum: Dasar Hukum Hibah Aset Daerah dalam Sistem Pemerintahan Indonesia

by Redaksi
07/06/2026
Syahrasaddin (Dok. Penulis)
OPINI

Strategi Pemerintah Daerah Menghadapi Efisiensi Anggaran Pusat

by Redaksi
05/06/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

SDM sebagai Fondasi Hilirisasi di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur

by Redaksi
04/06/2026
Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Dari Migas, Kelapa, Sawit, hingga Kekuatan Maritim Masa Depan

by Redaksi
04/06/2026
Next Post
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata bersama warga Desa Simpang Sungai Duren saat kegiatan reses tahun 2025, Senin (23/6/2025). (Dok. Nahar)

Ivan Wirata Tegaskan Pentingnya Tertib Administrasi dalam Akses Layanan Sosial

Tersangka Nasir (tengah, diblur matanya), tersenyum saat konferensi pers penangkapan oleh Polsek Pasar Jambi, Senin (23/6/2025).(Dok. Daus)

Baru Bebas 4 Hari, Residivis Kembali Ditangkap karena Curanmor

Kapolda Jambi saat menerima kunjungan Danpas 1 Korps Brimob Polri di ruang kerjanya, Senin (23/06/2025). (Dok.Humas Polda Jambi)

Kapolda Jambi Sambut Hangat Kunjungan Danpas 1 Korps Brimob Polri

Fikri, S.Ag (Dok. Pribadi Penulis)

Boleh Meminta Tolong, Asal Jangan Jadi Pengemis

Sejumlah jamaah haji perempuan asal Indonesia berjalan menuju tenda di Arafah, Arab Saudi, saat fase Armuzna berlangsung.  (Dok . mui.or.id)

Rekonsiliasi Data Jamaah Haji Indonesia Tuntas Sebelum Puncak Armuzna

Discussion about this post

Iklan

Populer

    Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

    Jl.Ternate, RT 03 No 49 Kel. Kebun Handil, Kec. Jelutung, Kota Jambi Kode Pos 36137
    Email : jabungtoday@gmail.com
    Phone / WA : 0813-1302-4411

    Copyright© 2026 Jabungtoday.com
    Developed by - OMG

    No Result
    View All Result
    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKBIS
    • KABAR TNI/POLRI
    • OTOMOTIF
    • NASIONAL
    • OPINI
    • PEMERINTAHAN
    • PARLEMEN
    • HUKRIM
    • BINTAN