• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Selasa, 13 Oktober 2026
Jabung Today
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN

Hari Raya Kurban: Meneguhkan Iman, Menguatkan Solidaritas Sosial

Redaksi by Redaksi
06/06/2025
in GAYA HIDUP
0
Ilustrasi hari raya kurban serta makna nya (dok. AI)

Ilustrasi hari raya kurban serta makna nya (dok. AI)

PostTweetShareScan

Catatan Redaksi

Hari Raya Iduladha, atau dikenal sebagai Hari Raya Kurban, merupakan salah satu perayaan penting dalam kalender Islam.

Baca juga

BRIEF 2026 Buka Peluang Investasi Bengkulu ke Pasar Global

12/10/2026

HUT ke-27 Sarolangun, Gubernur Al Haris Tekankan Hari Jadi Sebagai Momentum Evaluasi dan Perkuat Sinergi Pembangunan

12/10/2026

Kapolri Pimpin Sertijab Kakorlantas dan Tiga Kapolda di Mabes Polri

12/10/2026

Melesat di Tengah Persaingan Ketat, Bintang dan Resky Naik Podium Moto4 Asia Cup

12/10/2026

Ditpolairud Polda Bengkulu Patroli dan Sambangi Nelayan di Perairan Muara Dua

12/10/2026

Minggu Kasih di Lubuk Sirih Ilir, Kapolsek Manna Tampung Keluhan Warga soal Kenakalan Remaja

12/10/2026

Diperingati setiap 10 Zulhijah, momen ini tidak hanya merefleksikan ketakwaan kepada Tuhan, tetapi juga menegaskan pentingnya solidaritas sosial melalui ibadah kurban yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Hari Raya Kurban merupakan peringatan atas keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Ismail AS.

Umat Islam di seluruh dunia memperingati peristiwa ini dengan menyembelih hewan ternak yang memenuhi syarat—seperti kambing, sapi, atau unta—dan membagikan dagingnya kepada fakir miskin serta masyarakat umum.

Menurut ajaran Islam, ibadah kurban merupakan bentuk ketundukan manusia terhadap kehendak ilahi sekaligus sebagai simbol pengorbanan atas segala hal yang bersifat duniawi.

Lebih dari itu, kurban juga dimaknai sebagai sarana berbagi rezeki dengan sesama, terutama mereka yang jarang merasakan daging dalam kesehariannya.

Setiap Muslim yang mampu secara finansial dan telah memenuhi syarat diwajibkan atau dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban.

Kegiatan ini juga melibatkan panitia kurban di tingkat masjid, kelurahan, hingga lembaga sosial dan pemerintah daerah.

Di samping itu, peran Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan dinas terkait menjadi penting dalam memberikan panduan teknis serta menjamin pelaksanaan kurban berjalan sesuai syariat dan kaidah kesehatan masyarakat.

Lembaga amil zakat dan organisasi kemanusiaan juga berperan menyalurkan hewan atau daging kurban hingga ke wilayah-wilayah terpencil atau terdampak bencana, memperluas jangkauan manfaat ibadah tersebut.

Ibadah kurban dilakukan pada tanggal 10 Zulhijah, yaitu bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, dan dapat diperpanjang selama tiga hari tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).

Proses penyembelihan biasanya dilakukan setelah salat Id, dan berlangsung di masjid, lapangan, tempat pemotongan hewan (RPH), atau lokasi yang telah ditetapkan panitia kurban.

Pemerintah daerah biasanya memberikan imbauan agar proses pemotongan dilakukan di tempat yang telah memiliki izin resmi dan memenuhi standar sanitasi.

Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat, terutama dalam konteks pascapandemi dan peningkatan kesadaran terhadap zoonosis (penyakit dari hewan ke manusia).

Secara spiritual, kurban merupakan ekspresi ketaatan, keikhlasan, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Kurban menjadi pengingat bahwa segala sesuatu yang dimiliki manusia adalah titipan Tuhan, termasuk harta dan kehidupan itu sendiri.

Dari sisi sosial, kurban memperkuat tali persaudaraan antarwarga. Daging hewan yang dibagikan kepada masyarakat, terutama golongan tidak mampu, memberikan kesempatan bagi semua orang untuk merasakan kebahagiaan di hari raya.

Dalam masyarakat urban, kurban juga menjadi sarana perekat hubungan antarwarga yang hidup di tengah heterogenitas sosial dan ekonomi.

Menurut data Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), jutaan hewan kurban disembelih setiap tahun di Indonesia.

Ini menjadi bukti bahwa potensi ibadah kurban sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan sosial sangat besar, asalkan dikelola dengan baik.

Pekurban atau shohibul qurban diwajibkan memilih hewan ternak yang sehat, tidak cacat, dan telah cukup umur. Hewan tersebut kemudian diserahkan kepada panitia kurban yang akan mengatur proses penyembelihan, pengulitan, pencacahan, hingga distribusi daging.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Agama biasanya mengeluarkan panduan teknis pelaksanaan kurban, termasuk standar kesejahteraan hewan, pelatihan jagal, serta prosedur distribusi yang adil dan tepat sasaran.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren digitalisasi ibadah kurban juga meningkat. Layanan kurban online melalui platform digital memudahkan masyarakat untuk berkurban tanpa harus hadir secara fisik.

Lembaga-lembaga penyalur kemudian mendistribusikan daging kurban ke daerah yang membutuhkan, termasuk wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Hari Raya Kurban tidak hanya menjadi simbol pengabdian religius, tetapi juga momentum refleksi kemanusiaan.

Di tengah tantangan sosial-ekonomi seperti kemiskinan, ketimpangan, dan bencana alam, semangat berbagi dalam ibadah kurban dapat menjadi solusi konkret untuk memperkuat jaring pengaman sosial.

Dengan manajemen yang transparan dan berbasis prinsip keadilan, ibadah kurban memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, memperkuat ekonomi peternak lokal, serta menumbuhkan kesadaran sosial kolektif.

Dalam kehidupan masyarakat modern yang semakin individualistik, kurban menjadi jembatan spiritual dan sosial untuk kembali merasakan nilai-nilai kebersamaan, empati, dan pengorbanan.

Maka, Hari Raya Kurban adalah momen yang layak dimaknai lebih dari sekadar ritual keagamaan, tapi adalah sarana transformasi sosial menuju masyarakat yang lebih adil dan peduli.

Previous Post

Panglima TNI Tinjau Latgama TNI-SAF “Griffin Cakti” di Batam

Next Post

AKBP Dadang Djoko Karyanto, Pendonor Aktif di Dua Komunitas Darah Sukarela

Artikel lainnya

EKBIS

Swiss-Belhotel Jambi Hadirkan LUME– Culinary Journey to Truly Asia di The View Lantai Rooftop

by Redaksi
06/06/2026
Sejumlah riders Yamaha Fazzio berfoto bersama usai menggelar kegiatan nongkrong dan touring santai di Kota Jambi. (Dok. Didit)
GAYA HIDUP

Awalnya Saling Sapa di Jalan, Riders Fazzio Jambi Kini Jadi Komunitas Solid

by Redaksi
15/05/2026
Banner Promo “All You Can SEA” YELLO Hotel Jambi (Dok. Yello Hotel)
DAERAH

“All You Can SEA” Jadi Andalan Baru YELLO Hotel Jambi untuk Pecinta Seafood

by Redaksi
11/05/2026
Musisi rock Heri Batara bersama personel (Dok. seputramuskindo)
GAYA HIDUP

Heri Batara Rilis Single “We Are Not Fall In”, Tandai Kembalinya Eneri Rock Cadas

by Redaksi
10/05/2026
ILusrasi Pengendara sepeda motor melintas saat hujan mengguyur kawasan jalan raya di Kota Jambi. (Dok. Sinsen)
GAYA HIDUP

Pengendara Motor Perlu Waspada, Ini Tips Aman Melintas Saat Hujan

by Redaksi
08/05/2026
Sheila On 7 saat konferensi pers peluncuran single “Sederhana” di Jakarta, Rabu (6/5/2026),(Dok. Seputarmuskindo)
GAYA HIDUP

Sheila On 7 Comeback dengan “Sederhana”, Sisipkan Pesan Hidup Secukupnya

by Redaksi
07/05/2026
Next Post
AKBP Dr. Dadang Djoko Karyanto saat menjalani donor darah ke-98 di PMI Kota Jambi, Rabu (5/6/2025). (Dok.Daus)

AKBP Dadang Djoko Karyanto, Pendonor Aktif di Dua Komunitas Darah Sukarela

Ustaz Warhan Tanjung, S.Ag. saat menyampaikan khutbah pada Salat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid At-Taubah, Lapas Kelas IIA Jambi, Jumat (6/6/2025). (Dok. Daus)

Lapas Kelas IIA Jambi Gelar Idul Adha, Ustaz Warhan Tanjung : Ajak Teladani Pengorbanan Nabi Ibrahim

Wakapolda Jambi Brigjen Pol M. Mustaqim berfoto bersama para pejabat utama dan tokoh agama usai pelaksanaan Salat Idul Adha 1446 H di Masjid Al-Ikhlas Polda Jambi, Jumat (6/6/2025). (Dok. Nahar)

Polda Jambi Salat Idul Adha Bersama Masyarakat Sekitar

Bupati Kerinci Monadi menyampaikan sambutan usai pelaksanaan Salat Idul Adha 1446 Hijriah yang digelar di halaman Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Jumat (6/6/2025). (Foto: Diko/Yola)

Bupati Kerinci Pimpin Salat Idul Adha 1446 H Bersama Ribuan Warga di Bukit Tengah

Petugas Lapas Kelas IIA Jambi mempersiapkan sapi kurban untuk disembelih, Jumat (6/6/2025).(Dok.Nahar)

Berbagi Kebahagiaan di Momen Idul Adha 1446 H, Lapas Kelas IIA Jambi Kurbankan 9 Sapi dan 3 Kambing

Discussion about this post

Iklan

Populer

    Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

    Jl.Ternate, RT 03 No 49 Kel. Kebun Handil, Kec. Jelutung, Kota Jambi Kode Pos 36137
    Email : jabungtoday@gmail.com
    Phone / WA : 0813-1302-4411

    Copyright© 2026 Jabungtoday.com
    Developed by - OMG

    No Result
    View All Result
    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKBIS
    • KABAR TNI/POLRI
    • OTOMOTIF
    • NASIONAL
    • OPINI
    • PEMERINTAHAN
    • PARLEMEN
    • HUKRIM
    • BINTAN