JT.COM – Polresta Bengkulu menggencarkan sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekolah untuk melindungi generasi muda dari kenakalan remaja dan berbagai ancaman digital. Kali ini, edukasi tersebut menyasar siswa SMKN 03 Kota Bengkulu.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmad Hidayat, S.S., M.H., menaruh perhatian pada pentingnya edukasi hukum sejak dini. Melalui kegiatan ini, kepolisian mengajak pelajar mengenali risiko pergaulan negatif, menggunakan teknologi secara bijak, dan berani menolak ajakan yang membahayakan masa depan.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa mendapat materi tentang pencegahan tindakan asusila, penipuan online, judi online, geng motor, dan balap liar. Petugas juga mendorong pelajar untuk menjaga diri, menaati aturan, serta membangun pergaulan yang sehat.
Rahmad menegaskan bahwa pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang membutuhkan pendampingan dari kepolisian, sekolah, dan keluarga.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus bangsa yang memiliki masa depan panjang. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama, baik kepolisian, pihak sekolah maupun orang tua, untuk memberikan pendampingan, edukasi, dan pengawasan agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah,” tegas Rahmad.
Dalam materi tentang keamanan diri, petugas mengingatkan pelajar agar menjaga kehormatan dan privasi. Mereka diminta tidak sembarangan mengirim atau menyebarkan foto maupun video pribadi yang tidak pantas.
Pelajar juga perlu segera melapor kepada orang tua, guru, atau pihak berwenang jika mengalami pelecehan, ancaman, maupun ajakan mencurigakan.
Selain itu, Polresta Bengkulu mengingatkan siswa agar waspada terhadap penipuan online. Modus penipuan dapat muncul melalui aplikasi pesan, media sosial, marketplace, hingga tawaran hadiah dan pekerjaan palsu.
Rahmad mengimbau pelajar untuk melindungi data pribadi, termasuk PIN, kata sandi, dan kode OTP. Mereka juga harus memeriksa kebenaran informasi sebelum mengeklik tautan atau mengirim uang.
“Di era digital, kita harus semakin cerdas dan berhati-hati. Jangan mudah tergiur hadiah atau tawaran yang belum tentu benar, apalagi sampai memberikan data pribadi kepada orang yang tidak dikenal. Biasakan berhenti, cek, dan tanyakan sebelum mengeklik tautan, mengirim uang, atau mengambil keputusan,” ujarnya.
Sosialisasi kamtibmas tersebut juga menyoroti bahaya judi online. Aktivitas ini dapat mengganggu konsentrasi belajar, memicu masalah keuangan, dan merusak hubungan dengan keluarga.
Polisi mengajak siswa menjauhi judi online, termasuk ketika mendapat ajakan dari teman. Pelajar sebaiknya memanfaatkan internet untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan meraih prestasi.
Petugas turut mengingatkan bahaya geng motor dan balap liar. Selain mengganggu ketertiban umum, kedua aktivitas tersebut berisiko menyebabkan kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan.
Rahmad meminta pelajar tidak mengikuti tawuran, kekerasan, perusakan fasilitas umum, atau tindakan kriminal demi mendapat pengakuan dalam pergaulan.
“Jangan sampai hanya karena ingin dianggap berani atau ingin diakui dalam pergaulan, kalian rela mempertaruhkan masa depan. Solidaritas bukan berarti ikut melakukan kesalahan. Teman yang baik adalah teman yang mengingatkan, bukan teman yang menjerumuskan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberanian sejati terlihat ketika pelajar mampu menolak ajakan yang salah. Karena itu, siswa perlu memilih lingkungan pergaulan yang positif serta menghormati guru dan orang tua.
Rahmad menegaskan, Polresta Bengkulu akan terus mendorong upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kamtibmas di sekolah-sekolah. Ia juga mengajak orang tua dan tenaga pendidik memperkuat komunikasi serta pengawasan terhadap anak.
“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan baik, fokus belajar, meraih cita-cita, dan menjadi kebanggaan keluarga serta masyarakat. Polresta Bengkulu akan terus mendorong upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kamtibmas di sekolah-sekolah,” tambahnya.
Pihak SMKN 03 Kota Bengkulu menyambut positif kegiatan tersebut. Perwakilan sekolah menyampaikan apresiasi kepada Kapolresta Bengkulu dan jajaran atas edukasi yang diberikan kepada para siswa.
Pihak sekolah berharap sosialisasi serupa terus berlanjut untuk meningkatkan pemahaman pelajar tentang kenakalan remaja, penipuan online, judi online, geng motor, dan balap liar.
Melalui program sosialisasi kamtibmas ini, Polresta Bengkulu berharap pelajar semakin sadar hukum, mampu menjaga diri, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan.
Kolaborasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta mendukung lahirnya generasi muda yang berkarakter dan berprestasi. (Yl)












Discussion about this post