JT.COM – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Bengkulu 2026 menjadi ajang untuk mengukur kualitas pembinaan bulu tangkis di daerah. Kehadiran atlet dari sejumlah kabupaten dan kota menunjukkan semangat kompetisi tetap terjaga.
Ketua Panitia Pelaksana Kejurprov PBSI Bengkulu 2026, Edy Sujatmiko, mengapresiasi partisipasi pengurus PBSI kabupaten dan kota. Ia menilai kehadiran atlet dari wilayah yang jauh menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung pembinaan bulu tangkis.
“Antusiasme pengurus kabupaten dan kota cukup bagus. Saya melihat perwakilan dari daerah yang jauh, seperti Kaur, juga hadir bersama para atletnya. Rejang Lebong dan Bengkulu Utara turut berpartisipasi,” ujar Edymiko, Jumat (16/10/2026).
Menurut Edymiko, Kejurprov PBSI Bengkulu bukan sekadar agenda pertandingan tahunan. Kompetisi ini menjadi ruang bagi setiap daerah untuk menguji kemampuan atlet sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan yang telah berjalan.
Memasuki hari kedua, persaingan Kejurprov PBSI Bengkulu 2026 semakin ketat. Sistem gugur menuntut setiap atlet tampil maksimal karena kekalahan dapat mengakhiri langkah mereka dalam turnamen.
Sejumlah peserta mulai tersingkir. Namun, beberapa atlet dari kabupaten masih bertahan, termasuk perwakilan Rejang Lebong.
Edymiko menilai Rejang Lebong memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu kekuatan bulu tangkis di Bengkulu. Ia berharap daerah tersebut terus meningkatkan pembinaan agar mampu melahirkan atlet yang bersaing di level lebih tinggi.
“Rejang Lebong masih memiliki beberapa atlet yang bertahan. Kami berharap daerah ini bisa terus berkembang dan menjadi salah satu kekuatan bulu tangkis di Bengkulu,” katanya.
Di tengah persaingan turnamen, Edymiko menyoroti pentingnya proses seleksi atlet sebelum mengikuti Kejurprov. Ia berharap setiap pengurus PBSI kabupaten dan kota mengirimkan pemain terbaik yang telah melalui seleksi di daerah masing-masing.
Menurutnya, seleksi yang baik akan membantu meningkatkan kualitas pertandingan. Selain itu, hasil Kejurprov dapat menjadi tolok ukur kemampuan atlet dan efektivitas pembinaan di setiap daerah.
“Ke depan, kami berharap setiap kabupaten dan kota bisa memperbaiki proses seleksi. Atlet yang dikirim harus benar-benar atlet pilihan yang sudah diseleksi di daerahnya,” tegas Edymiko.
Ia berharap kualitas peserta meningkat pada penyelenggaraan berikutnya. Dengan proses seleksi yang lebih terarah, persaingan akan semakin kompetitif dan peluang menemukan atlet potensial juga semakin besar.
Edymiko memahami bahwa pembinaan bulu tangkis di Bengkulu masih menghadapi tantangan, termasuk keterbatasan jumlah atlet yang mengikuti kompetisi. Karena itu, ia mendorong pengurus PBSI di seluruh kabupaten dan kota untuk memperkuat pembinaan secara berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa partisipasi dalam Kejurprov perlu diikuti peningkatan kualitas atlet. Setiap daerah diharapkan mampu menunjukkan hasil pembinaan yang nyata, bukan sekadar memenuhi agenda pertandingan.
Melalui Kejurprov PBSI Bengkulu 2026, Edymiko berharap pembinaan bulu tangkis di daerah semakin terarah dan kompetitif. Seleksi yang lebih baik, kompetisi yang berkualitas, serta pembinaan yang konsisten menjadi modal penting untuk mendorong atlet Bengkulu berprestasi di tingkat nasional. (Yl)












Discussion about this post