JT.COM – SIPEF melalui anak perusahaannya, PT Tolan Tiga Indonesia, kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berpartisipasi dalam Lokakarya Pendekatan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) yang digelar di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, pada 14–15 Juli 2026.
Lokakarya ini menjadi bagian dari tahapan lanjutan Program Lanskap Mukomuko yang dipimpin Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida). Kegiatan tersebut turut didukung Arconesia, High Conservation Value Network (HCVN), serta SIPEF.
Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, pakar teknis, organisasi masyarakat sipil, masyarakat lokal, hingga sektor swasta. Tujuannya membangun kesamaan persepsi dalam menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi sekaligus mendorong pembangunan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Dalam lokakarya tersebut, peserta menyepakati hasil skrining Nilai Konservasi Tinggi (NKT), memaparkan hasil kajian dalam sidang pleno, serta mendorong pembentukan forum multipihak sebagai wadah kolaborasi resmi di Kabupaten Mukomuko.
Sebagai tindak lanjut, SIPEF bersama Arconesia dan HCV Network menyerahkan hasil kajian NKT kepada Pemerintah Kabupaten Mukomuko yang diterima Kepala Bapperida untuk selanjutnya disampaikan kepada Bupati Mukomuko sebagai bahan penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, M.H., menegaskan pemerintah daerah mendukung setiap upaya kolaboratif yang mampu menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
“Pemerintah Kabupaten Mukomuko mendukung segala bentuk upaya yang dapat memperkuat pembangunan berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Director of Sustainability SIPEF, Matthew Nowak, mengatakan pembentukan forum multipihak menjadi langkah strategis untuk memperkuat komunikasi dan menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan.
“Forum multipihak menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil untuk menyelaraskan prioritas serta menyusun aksi bersama. Kajian NKT ini menjadi fondasi awal menuju pengelolaan lanskap yang lebih baik di masa depan,” katanya.
Senada dengan itu, Founder dan CEO Arconesia, Jusrian Saubara Orpayanda, menyebut proses penyusunan kajian NKT berhasil membangun kesamaan pemahaman di antara seluruh peserta.
“Kami memulai kajian ini dengan pertanyaan sederhana, seperti apa lanskap Mukomuko. Melalui proses ini, seluruh pemangku kepentingan dapat berbagi informasi, membangun komunikasi yang lebih baik, dan memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya Nilai Konservasi Tinggi,” ujarnya.
SIPEF juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Arconesia, HCV Network Indonesia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam setiap tahapan Program Lanskap Mukomuko.
Perusahaan berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut pada tahap implementasi sehingga pengelolaan lanskap di Kabupaten Mukomuko mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan (Dd)
















Discussion about this post