• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Minggu, 11 Oktober 2026
Jabung Today
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN

Situs Muara Jambi sebagai Simbol Peradaban Dunia

Redaksi by Redaksi
08/11/2025
in OPINI
0
Prof. Dr. Mukhtar Latif, MPd. (Dok. Penulis)

Prof. Dr. Mukhtar Latif, MPd. (Dok. Penulis)

PostTweetShareScan

Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, MPd.

Situs Candi Muara Jambi merupakan salah satu kompleks percandian Buddha terbesar di Asia Tenggara, berlokasi di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Indonesia. Kawasan ini mencakup lebih dari 12 km² dengan delapan kompleks utama yang telah dipugar dan puluhan lainnya masih tertimbun tanah.

Baca juga

Operasi Gabungan Polda NTB Gerebek Dugaan Sarang Narkoba di Mataram, Sabu 51,58 Gram Disita

11/10/2026

Polsek Jajaran Perkuat Patroli, Garda Terdepan Polisi Bersama Masyarakat

11/10/2026

Talk Show BI Bengkulu: Pembukuan Rapi Buka Peluang Kredit UMKM

11/10/2026

Antisipasi Kejahatan Jalanan, Ditpamobvit Polda Bengkulu Gencar Patroli di Objek Vital Perbankan

11/10/2026

Subdit Wisata Dit Pamobvit Polda Bengkulu Patroli Dialogis di Pantai Panjang dan BIM

11/10/2026

Gubernur Al Haris Dorong Mahasiswa Jambi Jadi Wirausaha dan Pencipta Lapangan Kerja

11/10/2026

Para arkeolog menilai situs ini sebagai pusat peradaban Melayu kuno yang berpengaruh luas, sejajar dengan pusat peradaban Asia lainnya seperti Angkor Wat di Kamboja dan Borobudur di Jawa Tengah (Sulasman, 2019, hlm. 27).

Berdirinya Situs dan Para Pendirinya

Situs Muara Jambi diperkirakan berdiri antara abad ke-7 hingga ke-13 Masehi, bertepatan dengan masa kejayaan Kerajaan Melayu Kuno dan Sriwijaya. Menurut penelitian Pusat Arkeologi Nasional (Balai Arkeologi Sumatra, 2018, hlm. 13), kompleks ini dibangun oleh para biksu dan penguasa Melayu sebagai pusat pendidikan dan meditasi Buddha Mahayana.

Sumber prasasti seperti Prasasti Karang Berahi (686 M) menyebut nama Dapunta Hyang Sri Jayanasa, yang menjadi petunjuk hubungan erat antara Sriwijaya dengan Jambi sebagai pusat ilmu pengetahuan dan perdagangan. Penemuan fragmen arca dan stupa memperkuat teori bahwa situs ini adalah universitas Buddhis internasional, seperti Nalanda di India (Rahardjo, 2017, hlm. 44).

Tujuan pendirian kompleks Muara Jambi bukan hanya religius, melainkan juga diplomatik dan ekonomi. Sungai Batanghari menjadi jalur strategis perdagangan lintas Samudra Hindia–Selat Malaka, menjadikan kawasan ini simpul interaksi dunia Melayu, India, dan Tiongkok (Wahyudi, 2020, hlm. 58).

Situs Terluas di Dunia

Penelitian terbaru oleh UNESCO (2021, hlm. 7) menyebutkan bahwa kompleks Muara Jambi memiliki luas sekitar 3.981 hektar, menjadikannya kompleks percandian Buddha terluas di dunia yang masih alami. Sebagai perbandingan, Angkor Wat di Kamboja mencakup sekitar 1.626 hektar (Evans et al., 2013, hlm. 98).

Muara Jambi memiliki sistem kanal, parit, dan jalur air kuno sepanjang 26 km yang menunjukkan keunggulan perencanaan tata kota kuno. Sistem hidrologi ini menandakan kecanggihan teknologi lokal Melayu dalam memanfaatkan lanskap sungai untuk kegiatan religius dan ekonomi.

Temuan Arkeologis sebagai Bukti Peradaban Dunia

Penelitian arkeologi di Muara Jambi dimulai sejak kolonial Belanda pada tahun 1820 oleh S.C. Crooke, yang melaporkan reruntuhan candi di tepian Sungai Batanghari (Crooke, 1820, hlm. 102).

Selanjutnya, penggalian modern oleh Tim Arkeologi Nasional Indonesia (1975–2020) menemukan lebih dari 60 struktur bata kuno, arca perunggu abad ke-8, fragmen manik-manik India, dan keramik Tang–Song (abad ke-9–13 M) (Nasution, 2018, hlm. 76).

Penemuan Arca Prajnaparamita (abad ke-9 M) dan Stupa Emas kecil menunjukkan pengaruh India yang kuat (Sumadio, 2019, hlm. 91). Selain itu, artefak tulisan beraksara Pallawa dan Kawi membuktikan adanya pertukaran ilmu antara Jawa, Sumatra, dan Asia Selatan (Wolters, 2011, hlm. 119).

Keberadaan kanal kuno yang terhubung dengan Sungai Batanghari menandakan sistem urban kuno yang terencana, menunjukkan tingkat peradaban yang tinggi (Manguin, 2012, hlm. 56).

Arkeologis, Sejarah, dan Kisah Besar di Baliknya

Kisah besar di balik situs ini erat dengan jatuh bangunnya peradaban Melayu dan Sriwijaya. Setelah keruntuhan Sriwijaya pada abad ke-13, Muara Jambi tetap menjadi pusat intelektual dan spiritual. Menurut Miksic (2010, hlm. 62), tradisi Buddhis di Muara Jambi menjadi jembatan antara ajaran Buddha India dan Asia Tenggara.

Peneliti dari University of Oxford (Bennet & Goh, 2019, hlm. 142) menyebut bahwa Muara Jambi memainkan peran penting dalam “Buddhist Maritime Network”, jaringan biara dan pelabuhan yang menghubungkan Asia Selatan, Nusantara, dan Tiongkok.

Secara lokal, legenda masyarakat Jambi menyebut situs ini sebagai “Tanah Para Resi” atau tempat bersemayamnya pendeta suci. Hingga kini, masyarakat sekitar masih melakukan ziarah dan ritual tertentu sebagai bentuk penghormatan pada leluhur dan spiritualitas Melayu kuno (Zainal, 2020, hlm. 39).

Situs Muara Jambi bukan sekadar peninggalan arkeologi, melainkan simbol kebesaran peradaban Melayu dan bukti keterhubungan Nusantara dengan peradaban dunia. Luasnya kompleks, canggihnya sistem tata kota, serta artefak lintas budaya menunjukkan bahwa peradaban Jambi kuno sejajar dengan pusat-pusat peradaban global seperti Angkor Wat dan Nalanda.

Pemeliharaan dan pengkajian berkelanjutan menjadi tanggung jawab bersama agar Muara Jambi tak hanya menjadi warisan lokal, tetapi juga ikon peradaban dunia yang hidup dan berkelanjutan.

Penulis adalah Guru besar UIN STS Jambi

Previous Post

Tumpah Ruah di Jambi, 22 Ribu Peserta Ikuti Fun Run HUT Korem 042/Gapu

Next Post

Hesti Haris: Kader PKK Ujung Tombak Pembangunan Keluarga Sejahtera

Artikel lainnya

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Bandara Sultan Thaha: Upaya Membuka Langit Jambi, Membuka Masa Depan

by Redaksi
17/06/2026
Ir. Syahrasaddin, M.Si. (Dok. Penulis)
OPINI

MBG Jambi :  Dari Piring Anak Menuju Penguatan Ekonomi Desa

by Redaksi
17/06/2026
Prof. Dr. H. Syamsir, S.H., M.H. (dok. Penulis)
OPINI

Perspektif Hukum: Dasar Hukum Hibah Aset Daerah dalam Sistem Pemerintahan Indonesia

by Redaksi
07/06/2026
Syahrasaddin (Dok. Penulis)
OPINI

Strategi Pemerintah Daerah Menghadapi Efisiensi Anggaran Pusat

by Redaksi
05/06/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

SDM sebagai Fondasi Hilirisasi di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur

by Redaksi
04/06/2026
Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Dari Migas, Kelapa, Sawit, hingga Kekuatan Maritim Masa Depan

by Redaksi
04/06/2026
Next Post
Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, S.E. menyampaikan sambutan pada penutupan Jambore PKK dan Pasar Rakyat Kota Sungai Penuh di Lapangan Merdeka, Jumat (7/11/2025) (Dok. Erit - kominfo)

Hesti Haris: Kader PKK Ujung Tombak Pembangunan Keluarga Sejahtera

Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, menyampaikan sambutan saat membuka Seminar Nasional Kedigdayaan Melayu Jambi sebagai Penguatan Arah Pembangunan Nasional di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi, Sabtu (8/11/2025). (Poto : Sop Birin)

Wagub Sani: Melayu Jambi Pernah Jadi Simpul Peradaban Dunia

Crosser Astra Honda Racing Team (AHRT) Arsenio Algifari beraksi di lintasan saat sesi latihan menjelang final Kejurnas Motocross Indonesia 2025 di Sirkuit Bantir, Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/11/2025). (Dok Sinsen)

Arsenio Algifari Siap Gaspol di Final Kejurnas Motocross 2025

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengunjungi para korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta yang kini dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih Jakarta, Sabtu (8/11/2025). (Foto:dok/ist)

Kapolri Kunjungi Korban Ledakan SMAN 72 di RSI Cempaka Putih

Panggung utama Sajiwa Fest 2025 di Lapangan Bandara Lama, Kota Jambi, tengah disiapkan menjelang konser, Sabtu (8/11/2025). (Dok Stepamus)

Dari 'Kampung Tengah' hingga 'Rooftop SA.JIWA', Ini Fasilitas Seru di Sajiwa Fest 2025

Discussion about this post

Iklan

Populer

    Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

    Jl.Ternate, RT 03 No 49 Kel. Kebun Handil, Kec. Jelutung, Kota Jambi Kode Pos 36137
    Email : jabungtoday@gmail.com
    Phone / WA : 0813-1302-4411

    Copyright© 2026 Jabungtoday.com
    Developed by - OMG

    No Result
    View All Result
    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKBIS
    • KABAR TNI/POLRI
    • OTOMOTIF
    • NASIONAL
    • OPINI
    • PEMERINTAHAN
    • PARLEMEN
    • HUKRIM
    • BINTAN