JT.COM – Kejuaraan menembak internasional Brimob Xtreme 2026 resmi berakhir. Komandan Korps Brimob Polri, Ramdani Hidayat, menutup ajang bergengsi ini pada Minggu (12/4/2026) di Lapangan Tembak Presisi Hoegeng Iman Santoso, Kelapadua, Cimanggis.
Selama enam hari, 7–12 April 2026, kompetisi berlangsung ketat. Sebanyak 475 penembak dari dalam dan luar negeri ambil bagian. Atlet dari Indonesia, Malaysia, China, hingga Korea Selatan bersaing dalam standar internasional.
Panitia merancang 20 stage sesuai standar IPSC. Setiap peserta diuji kecepatan, akurasi, ketangkasan, hingga daya tahan mental. Divisi yang dipertandingkan meliputi Handgun Level III hingga PCC Optic Level II.
Kejuaraan ini digelar dalam rangka HUT ke-81 Korps Brimob Polri. Tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme”menegaskan nilai keberanian, ketelitian, dan profesionalisme di situasi ekstrem.
Selama pelaksanaan, seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib. Ajang ini tidak hanya soal kemenangan, tetapi juga membangun disiplin dan sportivitas antar peserta.
Sejumlah nama tampil dominan di berbagai divisi. Atlet Indonesia mendominasi podium, meski persaingan dari negara sahabat berlangsung sengit.
Di antaranya:
- Ciciota Surbakti juara Handgun Revolver Overall
- Daniel Lee unggul di Handgun Classic Overall
- Vincentius Djajadiningrat terbaik di Handgun Production Overall
- Nico Santoso menjuarai Handgun Open Overall
- Daniel Loekman unggul di PCC Optics Overall
Keberhasilan Brimob Xtreme 2026 memperkuat citra Korps Brimob sebagai institusi modern dan berdaya saing global. Ajang ini juga membuka ruang kolaborasi antara aparat, atlet, dan masyarakat.
“Kompetisi ini bukan hanya adu kemampuan, tetapi juga membangun karakter dan solidaritas,” ujar Ramdani Hidayat.
Dengan berakhirnya kejuaraan, semangat kompetisi dan sportivitas diharapkan terus hidup.
Brimob Xtreme menjadi inspirasi baru untuk mendorong prestasi olahraga menembak Indonesia di level dunia. (Humas Polri/Yl)
















Discussion about this post