JT.COM – Pemerintah Kota Bengkulu resmi meraih Rekor Dunia LEPRID melalui Pagelaran Tari Katera (Tari Sapu Tangan) dengan peserta terbanyakyang digelar pada puncak Festival Pantai Panjang Semarak Pesisir Bengkulu 2026, Minggu (26/7/2026).
Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Bengkulu ke panggung dunia.
Ribuan peserta tampil serentak membawakan Tari Katera, tarian tradisional yang menjadi identitas masyarakat pesisir Bumi Rafflesia.
Penampilan kolosal tersebut memukau ribuan penonton dan mengantarkan Bengkulu mencatatkan namanya sebagai pemegang Rekor Dunia LEPRID Nomor 1035 untuk kategori Pagelaran Tari Katera dengan Peserta Terbanyak.
Ketua Umum sekaligus Pendiri Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID), Paulus Pangka, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan kebanggaan besar bagi masyarakat Bengkulu sekaligus bukti bahwa budaya daerah mampu menjadi perhatian dunia.
“Tari Katera bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi representasi identitas budaya masyarakat Bengkulu. Keberhasilan meraih Rekor Dunia LEPRID ini menjadi kebanggaan bagi Kota Bengkulu dan diharapkan menginspirasi daerah lain untuk terus melestarikan warisan budaya bangsa,” ujar Paulus.

Ia menegaskan, rekor dunia itu lahir berkat kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah, aparat keamanan, panitia, pelatih, peserta, hingga masyarakat dinilai memiliki peran besar dalam menyukseskan pagelaran budaya tersebut.
“Sinergi semua pihak menjadi kunci lahirnya rekor dunia ini. Prestasi ini membuktikan bahwa kebersamaan mampu melahirkan karya besar yang membanggakan Indonesia,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, LEPRID menyerahkan piagam penghargaan, medali, dan piala kepada sejumlah tokoh yang dinilai berperan penting dalam pencapaian tersebut.
Penghargaan diberikan kepada Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi sebagai Pemrakarsa, Ketua TP PKK Kota Bengkulu Dian Fitriani Wahyudi sebagai Inisiator, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin sebagai Inisiator, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid sebagai Inspirator, serta Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmad Hidayat sebagai Inspirator.
LEPRID menilai pelestarian budaya melalui kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam jumlah besar merupakan langkah strategis untuk memperkuat karakter bangsa sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional.
Keberhasilan mencetak Rekor Dunia LEPRID juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Bengkulu.
Festival Pantai Panjang dinilai semakin memiliki daya tarik untuk berkembang menjadi agenda budaya berskala nasional bahkan internasional.
“Selamat kepada Pemerintah Kota Bengkulu dan seluruh masyarakat Bengkulu. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus melahirkan inovasi, prestasi, dan karya yang membanggakan Indonesia di mata dunia,” tutup Paulus Pangka.
Prestasi ini sekaligus mempertegas posisi Festival Pantai Panjang sebagai ajang promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang mampu mengangkat nama Bengkulu di tingkat nasional maupun internasional. (Yl)
















Discussion about this post