JT.COM – Ekspedisi GPA Gendong Adventure menemukan jejak dan kotoran satwa liar yang diduga berasal dari satwa dilindungi saat menjelajahi kawasan Hutan Lindung Rajamandara.
Temuan tersebut muncul dalam ekspedisi bertajuk “Explore The Tropical Rainforest Sumatra” yang digelar untuk memperingati Harlah ke-11 GPA Gendong Adventure.
Ekspedisi berlangsung selama 12 hari, mulai 28 Juli hingga 8 Agustus 2026. Tim tidak sekadar melakukan pendakian.
Mereka juga mengamati kondisi hutan, tutupan vegetasi, serta keberadaan flora dan fauna di kawasan tersebut.
Hasil pengamatan menunjukkan kawasan Hutan Lindung Rajamandara masih memiliki kekayaan hayati yang perlu mendapat perhatian. Tim menemukan berbagai jenis flora dan fauna selama melakukan penelusuran.
Temuan jejak kaki dan kotoran atau scat satwa liar menjadi salah satu catatan penting dalam ekspedisi tersebut.
GPA Gendong Adventure menyebut temuan itu mengindikasikan masih adanya aktivitas satwa liar di kawasan hutan.
Mereka menilai kondisi tersebut menjadi alasan penting untuk menjaga habitat dan koridor pergerakan satwa.
Ketua Umum GPA Gendong Adventure, Haikal Rohansyah, mengatakan keberadaan jejak satwa menunjukkan kawasan hutan masih memiliki fungsi penting bagi kehidupan satwa liar.
“Di dalam kawasan Hutan Lindung Rajamandara, tim masih banyak menemukan jejak dan kotoran satwa yang dilindungi. Dari temuan tersebut, kita dapat mengetahui bahwa kawasan ini masih menjadi habitat bagi satwa liar. Karena itu, kawasan ini harus kita jaga dan lindungi bersama,” ujar Haikal.
Menurut Haikal, perlindungan hutan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Komunitas dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kawasan alam.
Hutan Lindung Rajamandara memiliki posisi penting dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem Bengkulu.
Kawasan hutan menjadi ruang hidup bagi berbagai jenis flora dan fauna. Hutan juga berperan menjaga fungsi ekologis dan mendukung keberlangsungan habitat satwa liar.
Karena itu, GPA Gendong Adventure mendorong perlindungan kawasan secara konsisten.
Mereka menilai pencegahan kerusakan dan fragmentasi habitat perlu menjadi perhatian bersama.
Upaya tersebut juga berkaitan dengan cita-cita Bengkulu sebagai Provinsi Konservasi.
Status tersebut membutuhkan langkah nyata. Perlindungan hutan, pengamanan habitat satwa, serta keterlibatan masyarakat harus berjalan secara berkelanjutan.
Memperingati Harlah ke-11, GPA Gendong Adventure menegaskan komitmennya untuk terus melakukan edukasi, eksplorasi, dan pengamatan lingkungan.
Komunitas tersebut mengajak pemuda, masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan ikut menjaga kawasan hutan.
“Kelestarian hutan adalah tanggung jawab bersama. Kita harus menjaga kawasan ini agar fungsi ekologisnya tetap berjalan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” demikian pesan GPA Gendong Adventure.
Ekspedisi Explore The Tropical Rainforest Sumatra di Hutan Lindung Rajamandara menjadi pengingat bahwa kekayaan alam Bengkulu masih menyimpan potensi besar.
Namun, potensi tersebut hanya dapat bertahan jika hutan dan habitat satwa dijaga secara bersama-sama.
Catatan: Identifikasi jenis satwa berdasarkan jejak dan scat perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan ahli atau otoritas terkait. Dalam pemberitaan ini, temuan tersebut ditempatkan sebagai hasil pengamatan lapangan tim ekspedisi. (Yl)
















Discussion about this post