Blitar,Jabungtoday.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sekitar 1.350 warga mengikuti Upacara Kerakyatan yang digelar di Lapangan Dusun Boro, Senin (17/8/2026), sekaligus menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Desa Tuliskriyo.
Upacara tersebut diikuti warga dari 19 RT di Desa Tuliskriyo bersama berbagai unsur pendidikan, lembaga sosial, serta elemen masyarakat lainnya. Ribuan peserta berdiri dalam satu barisan tanpa membedakan latar belakang, membawa semangat persatuan sekaligus menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat dalam memperingati kemerdekaan.
Menariknya, Upacara Kerakyatan tersebut merupakan gagasan para pemuda Dusun Mboro yang juga dipercaya menjadi petugas upacara. Keterlibatan generasi muda ini menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada perjuangan para pendahulu, tetapi harus diteruskan generasi sekarang melalui kegiatan positif, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata bagi desa.
Kepala Desa Tuliskriyo, Mashuriono dalam sambutannya menyampaikan bahwa, peringatan HUT Kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pembangunan Desa Tuliskriyo sekaligus membangun optimisme dan semangat masyarakat untuk bersama-sama membawa desa menjadi lebih maju.
Mashuriono juga menyampaikan sejumlah capaian yang telah diraih Desa Tuliskriyo selama masa pemerintahannya. Salah satunya adalah kepercayaan kepada Desa Tuliskriyo sebagai desa percontohan desa inklusi tingkat nasional. Bahkan, Mashuriono mendapat kesempatan mewakili kepala desa di tingkat nasional untuk menjadi narasumber di Kementerian Desa dengan memaparkan pengalaman serta praktik pelaksanaan desa inklusi di Tuliskriyo.
Tidak hanya di bidang inklusi, Desa Tuliskriyo juga terus melakukan inovasi dalam penyelesaian persoalan sosial masyarakat. Tuliskriyo tercatat sebagai satu-satunya desa di Kabupaten Blitar yang menjalankan program restorative justice, dengan mengedepankan musyawarah, pendekatan kekeluargaan, pemulihan hubungan sosial, serta penyelesaian persoalan secara berkeadilan dan damai.
Di bidang lingkungan dan tata kelola desa, Tuliskriyo juga berhasil menorehkan prestasi dalam Lomba Desa Berseri tingkat Provinsi Jawa Timur. Desa Tuliskriyo menjadi salah satu desa terbaik dengan predikat Desa Mandiri. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan yang dilakukan dengan melibatkan masyarakat mampu menghasilkan perubahan sekaligus mengangkat nama desa di tingkat yang lebih luas.
Memasuki perkembangan era teknologi, Pemerintah Desa Tuliskriyo juga terus mendorong transformasi menuju desa digital. Berbagai inovasi pelayanan masyarakat dikembangkan untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan transparansi pelayanan kepada warga. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah desa agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mengikuti kebutuhan masyarakat di era digital.
Bagi masyarakat Tuliskriyo, Upacara Kerakyatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya bukan hanya tentang mengibarkan Merah Putih. Kehadiran sekitar 1.350 warga menjadi simbol persatuan dan kebanggaan bahwa seluruh elemen masyarakat mampu berdiri bersama sebagai satu keluarga besar Desa Tuliskriyo. Di bawah kepemimpinan Mashuriono, semangat tersebut diharapkan terus menjadi kekuatan untuk menjaga persaudaraan, mempertahankan berbagai prestasi, dan membawa Tuliskriyo semakin maju, inklusif, mandiri, serta berdaya saing.(*)
















Discussion about this post