• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Minggu, 4 Oktober 2026
Jabung Today
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN

Merintis Ekowisata Gua di Jambi: Potensi, Tantangan, dan Strategi

Redaksi by Redaksi
27/05/2025
in OPINI
0
Thamrin B. Bachri (Dok. Penulis)

Thamrin B. Bachri (Dok. Penulis)

PostTweetShareScan

Oleh: Thamrin B. Bachri

Di banyak negara, wisata gua telah menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata selama puluhan tahun. Namun, di Indonesia, perhatian terhadap sektor ini masih relatif minim, khususnya dari kalangan profesional pariwisata. Wisata gua bersifat spesialis dan belum sepenuhnya dikenal masyarakat luas.

Baca juga

M. Lisman Puja Kesuma Berpulang, H. Suharto Sampaikan Duka

03/10/2026

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

03/10/2026

Polresta Bengkulu Hadir Jaga Keamanan dan Keselamatan Pengunjung Pantai Zakat

03/10/2026

Patroli Teluk 01 Polsek Teluk Segara Sasar Lokasi Rawan, Cegah 3C dan Balap Liar

03/10/2026

Kapolres Mukomuko Bersama Ketua Bhayangkari Salurkan Bantuan ke Ponpes Miftahul ’Ulum

03/10/2026

Subdit Wisata Dit Pamobvit Polda Bengkulu Intensifkan Patroli Dialogis di Pantai Panjang dan Pasir Putih

03/10/2026

Provinsi Jambi memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata gua, seperti gua-gua di kawasan Bukit Rajo, Dusun Napal Melintang, yang merupakan bagian dari Bentang Alam Karst Bukit Bulan di Kabupaten Sarolangun.

Di kawasan ini terdapat gua Mesiu, gua Pelindi, gua Kedungung, dan gua Dalam Sajo, serta banyak lainnya yang belum terdata. Gua-gua lain yang cukup dikenal adalah Gua Tiangko di Desa Tiangko, Kecamatan Sungai Manau, serta Gua Sengayau dan Gua Sengering di Tiangko Ulu, Kabupaten Merangin.

Agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan, diperlukan penanganan terpadu dari para ahli pariwisata, speleologi, dan bidang terkait lainnya. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Jambi dalam RPJMD 2025–2029 yang menekankan pada peningkatan sektor industri dan pariwisata, sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H.

Pola pengembangan wisata gua yang terarah sangat penting untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, tata guna lahan, serta pemanfaatannya sebagai objek wisata yang berkelanjutan. Studi ini bertujuan memberikan dasar bagi penyusunan rencana pengembangan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Tujuan utama studi ini antara lain:

  • Optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam berdasarkan prinsip konservasi.

  • Meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata.

  • Menjadikan kawasan gua sebagai tempat pendidikan, pelatihan, dan penelitian speleologi serta pariwisata.

  • Mengembangkan objek wisata gua yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian alam.

  • Mengumpulkan data pendukung untuk pengelolaan yang efektif dan efisien.

  • Mengedepankan prinsip ekologi dalam pengembangan.

  • Mewujudkan sistem pengelolaan terpadu dan berkelanjutan.

Kegiatan Pengumpulan Data Dasar

  1. Pemetaan

    • Lokasi dan batas kawasan berdasarkan letak geografis, administratif, dan batas alam.

    • Kawasan sekitar untuk mengetahui interaksi dengan lingkungan sekitarnya.

    • Klasifikasi gua berdasarkan nilai ilmiah dan tingkat kesulitan penelusuran.

  2. Aspek Legal

    • Status kepemilikan tanah.

    • Status pemanfaatan sumber daya alam.

  3. Aspek Fisik

    • Topografi, geologi, jenis tanah, iklim (curah hujan, kelembapan, angin), dan kondisi perairan.

  4. Aspek Biologi

    • Flora dan fauna khas, baik di dalam maupun luar gua.

  5. Aspek Sosial Ekonomi

    • Akses transportasi, fasilitas umum, karakteristik pengunjung, serta data kependudukan setempat.

  6. Keunikan

    • Aspek estetika, keunikan geologi, flora-fauna, peninggalan sejarah, dan potensi arkeologis.

  7. Atraksi Wisata

    • Selain gua, atraksi pendukung perlu diidentifikasi untuk mendukung pengembangan kawasan wisata secara holistik.

Zona Pengembangan Kawasan Wisata Gua

Zonasi diperlukan agar aktivitas kawasan tidak saling bertentangan dan tetap sejalan dengan prinsip konservasi. Zonasi mencakup:

  • Zona konservasi

  • Zona permukiman

  • Zona pertanian

  • Zona pariwisata intensif

  • Zona industri, dan lainnya

Dalam zona pariwisata intensif juga diatur subzona seperti:

  • Zona bebas bangunan

  • Zona transisi

  • Zona fasilitas umum

  • Zona perkemahan dan parkir

  • Zona pintu masuk

Konsep Perencanaan Alamiah

Untuk menjaga keseimbangan ekosistem:

  • Mengembangkan karakteristik khas gua.

  • Menyesuaikan pembangunan dengan bentuk alami.

  • Menghindari bangunan dan warna mencolok.

  • Kendaraan bermotor dilarang di zona transisi.

  • Kontur jalan menyesuaikan topografi alami.

  • Perkampungan lokal dimasukkan sebagai bagian daya tarik wisata.

Fasilitas Penunjang

Fasilitas pendukung dapat mencakup:

  • Produk pertanian dan peternakan lokal.

  • Kerajinan lokal.

  • Penyewaan peralatan speleologi.

  • Sarana transportasi dan akomodasi.

Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan

Pengembangan harus melibatkan pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, serta organisasi profesi. Kementerian dan dinas pariwisata berperan sebagai koordinator utama.

Keamanan Wisatawan Gua

Untuk mengurangi risiko:

  • Penelusur gua harus memiliki sertifikat.

  • Harus memahami potensi bahaya.

  • Kehadiran “cave guard” terlatih sangat penting.

  • Wisatawan wajib didampingi penelusur berpengalaman.

Pendidikan dan Pelatihan

Pendidikan formal dan nonformal untuk:

  • Pemandu wisata gua

  • Penelusur dan pengelola gua

  • Masyarakat sekitar agar menyadari potensi dan dampak pariwisata

Pengembangan wisata gua di Provinsi Jambi harus dilakukan dengan pendekatan lintas sektor, kolaboratif, dan berbasis konservasi. Perencanaan yang baik hanya akan bermakna jika benar-benar dilaksanakan. Any plan will be useless unless it is implemented.

Penulis adalah :
• Alumnus Dept. Hospitality & Tourism, University of Wisconsin, USA
• Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar RI (2002–2009)
• Tenaga Ahli Gubernur Jambi

Previous Post

445 Jemaah Kloter 24 Diberangkatkan, Ini Pesan Gubernur Al Haris

Next Post

Honda Dream Ride Project 2024, Gaya Baru Motor Listrik dari Tangan Juara

Artikel lainnya

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Bandara Sultan Thaha: Upaya Membuka Langit Jambi, Membuka Masa Depan

by Redaksi
17/06/2026
Ir. Syahrasaddin, M.Si. (Dok. Penulis)
OPINI

MBG Jambi :  Dari Piring Anak Menuju Penguatan Ekonomi Desa

by Redaksi
17/06/2026
Prof. Dr. H. Syamsir, S.H., M.H. (dok. Penulis)
OPINI

Perspektif Hukum: Dasar Hukum Hibah Aset Daerah dalam Sistem Pemerintahan Indonesia

by Redaksi
07/06/2026
Syahrasaddin (Dok. Penulis)
OPINI

Strategi Pemerintah Daerah Menghadapi Efisiensi Anggaran Pusat

by Redaksi
05/06/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

SDM sebagai Fondasi Hilirisasi di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur

by Redaksi
04/06/2026
Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Dari Migas, Kelapa, Sawit, hingga Kekuatan Maritim Masa Depan

by Redaksi
04/06/2026
Next Post
Honda Dream Ride Project 01-03: Para pemenang nasional HMC 2023 bersama karya modifikasi motor listrik Honda CUV e: dan ICON e: pada Honda Dream Ride Project 2024 di Yogyakarta (26/05). (Dok. Suci Sinsen)

Honda Dream Ride Project 2024, Gaya Baru Motor Listrik dari Tangan Juara

Anggota Polsek Sadu menyambangi pedagang saat patroli malam KRYD di kawasan pertokoan, Senin malam (26/5). (Dok Humas Polsek Sadu)

Cegah Aksi Kriminal, Polsek Sadu Rutin Gelar Patroli Malam

Para pimpinan OJK, IFAC, IAI, dan akademisi berfoto bersama peserta seminar dalam pembukaan APAFest 2025 bertema “Future-Ready Accountants: Navigating Global Challenges” yang digelar di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 24 Mei 2025. (Dok. Humas OJK Jambi)

Dorong Tata Kelola Keuangan yang Andal, OJK Perkuat Regulasi Akuntan Publik

Wadirreskrimsus Polda Jambi AKBP Taufik Nurmandia didampingi Kasubdit Tipidter AKBP Wendi Oktariansyah dan Kasubbid Penmas Polda Jambi Kompol Amim Nasution menunjukkan barang bukti emas ilegal seberat 1,2 kg dalam konferensi pers di Mapolda Jambi. Selasa (27/5/2025). (Dok. Stepanus)

Emas Ilegal Senilai Rp2 Miliar Gagal Dikirim, Dua Pelaku Diamankan Polisi

Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Jambi, Yuli Wirdina, S.H., M.H dalam upacara pelantikan pejabat manajerial dan non-manajerial di Kanwil Kemenkumham Jambi, Senin (27/5/2025). (Dok Nahar)

Kasi Binadik Baru, Lapas Jambi Siap Tingkatkan Program Pembinaan

Discussion about this post

Iklan

Populer

    Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

    Jl.Ternate, RT 03 No 49 Kel. Kebun Handil, Kec. Jelutung, Kota Jambi Kode Pos 36137
    Email : jabungtoday@gmail.com
    Phone / WA : 0813-1302-4411

    Copyright© 2026 Jabungtoday.com
    Developed by - OMG

    No Result
    View All Result
    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKBIS
    • KABAR TNI/POLRI
    • OTOMOTIF
    • NASIONAL
    • OPINI
    • PEMERINTAHAN
    • PARLEMEN
    • HUKRIM
    • BINTAN