JT.COM – Kota Jambi kini resmi memiliki Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sebagai tim khusus tanggap insiden siber.
Tim ini dikukuhkan langsung oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam acara pengukuhan CSIRT kabupaten/kota se-Provinsi Jambi di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (25/8/2025).
Pembentukan CSIRT ditandai dengan penyerahan Surat Tanda Registrasi (STR) bernomor 615/CSIRT.01.02/BSSN/06/2025 dari Deputi III BSSN, Dr. Sulistyo, didampingi Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi, kepada Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.
Dengan pengukuhan ini, Kota Jambi menjadi bagian dari daerah yang memiliki tim resmi untuk menjaga keamanan ruang digital pemerintah.
Selain itu, Kepala BSSN juga menyerahkan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jambi yang diterima langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris. Penghargaan diberikan karena Jambi menjadi provinsi ke-6 di Indonesia yang berhasil membentuk CSIRT di seluruh kabupaten/kota.
Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menegaskan pembentukan CSIRT merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah menjaga keamanan siber yang semakin rawan ancaman.
“Alhamdulillah, CSIRT Pemerintah Kota Jambi hari ini resmi dikukuhkan. Kami akan memastikan tim ini bekerja nyata dalam pencegahan, pengawasan, serta penanganan potensi insiden di ruang digital,” ujar Diza.
Ia menambahkan, CSIRT menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya ancaman kejahatan digital yang dapat mengganggu sistem elektronik pemerintah.
Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, menegaskan bahwa pembentukan CSIRT merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar seluruh daerah memiliki tim tanggap insiden siber tahun ini.
“Pembentukan CSIRT bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak. Tim ini menjadi titik koordinasi resmi jika terjadi serangan siber di daerah,” kata Nugroho.
Menurutnya, keberadaan CSIRT akan mempercepat mitigasi dan pemulihan layanan publik digital ketika terjadi gangguan.
Gubernur Jambi, Al Haris, menyambut positif terbentuknya CSIRT di Kota Jambi. Ia menilai tim ini penting untuk memperkuat perlindungan data masyarakat.
“CSIRT adalah benteng pertahanan digital. Kami berharap kabupaten/kota di Jambi dapat memperkuat sistem siber, baik dari sisi teknologi maupun SDM,” ujar Al Haris.
Pasca pengukuhan, BSSN akan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) selama tiga hari bagi seluruh anggota CSIRT se-Provinsi Jambi di Kantor Gubernur Jambi.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi SDM, tata kelola, serta sarana pendukung, sehingga tim CSIRT dapat bekerja optimal menjaga keamanan digital daerah. (Us)
Discussion about this post