JT.COM – Dunia otomotif tidak hanya soal performa mesin, tetapi juga tampilan dan kenyamanan kendaraan. Di balik modifikasi kendaraan yang kerap kita lihat di jalan, ada tangan-tangan terampil yang bekerja di balik layar. Salah satunya adalah Fajar (28), warga Kota Jambi yang menekuni profesi sebagai tukang variasi mobil secara mandiri.
Fajar telah menjalani profesi ini selama lebih dari lima tahun. Ia mengerjakan berbagai jenis pemasangan aksesori kendaraan, mulai dari audio mobil, lampu LED, kaca film, roof rack, hingga body kit. Meski bekerja secara freelance, kualitas hasil kerja Fajar membuatnya dikenal di kalangan pecinta modifikasi mobil di Jambi.
“Saya mulai dari nol, belajar langsung di lapangan. Awalnya bantu-bantu teman di bengkel, lama-lama jadi bisa sendiri. Sekarang, saya ambil kerjaan secara panggilan,” kata Fajar, Senin (30/06/2025).
Menurut Fajar, kunci utama agar pelanggan puas adalah ketelitian dan komunikasi yang baik. Ia selalu memastikan memahami secara rinci permintaan pelanggan sebelum memulai pekerjaan. Dalam beberapa kasus, ia bahkan memberikan saran desain agar tampilan mobil tetap proporsional dan aman secara fungsional.
“Kadang ada pelanggan minta pasang lampu tambahan atau audio besar, tapi saya lihat dulu cocok atau enggak. Kalau berlebihan malah bisa bahaya atau boros aki. Saya kasih masukan,” jelasnya.
Fajar juga mengutamakan kerapian dalam setiap pemasangan. Ia menyiapkan peralatan sendiri, mulai dari obeng khusus hingga alat potong kabel standar pabrik. Semua pemasangan dilakukan dengan sistem kabel rapi dan aman.
Selain itu, salah satu pendekatan yang ia pegang teguh adalah kejujuran dalam penggunaan bahan dan harga. Fajar tidak sungkan menjelaskan kepada pelanggan perbedaan kualitas antara produk variasi orisinal dan aftermarket.
“Kalau pelanggan minta murah, saya kasih pilihan. Tapi saya jelaskan juga kelebihan dan kekurangannya. Biar mereka bisa pilih dengan sadar,” ujarnya.
Fajar biasanya menerima dua hingga lima pesanan dalam seminggu. Jumlah tersebut meningkat tajam saat mendekati musim liburan atau Idulfitri, saat banyak pemilik mobil ingin tampil beda saat mudik.
Meski belum memiliki bengkel permanen, Fajar mengandalkan sistem kerja fleksibel. Ia bersedia mendatangi rumah pelanggan dengan membawa perlengkapan yang diperlukan.
“Selama alat cukup dan ada tempat kerja, saya bisa kerjakan di mana saja. Kadang di garasi rumah pelanggan, kadang di halaman,” katanya.
Ke depan, Fajar bercita-cita ingin membuka bengkel variasi sendiri. Ia ingin memberikan layanan lebih lengkap dan merekrut tenaga tambahan agar bisa melayani lebih banyak pelanggan.
“Kalau ada rezeki, saya mau punya tempat sendiri. Bisa lebih fokus dan pelanggan bisa langsung datang tanpa harus janji dulu,” harapnya.
Kisah Fajar menjadi bukti bahwa dengan keahlian, kejujuran, dan pelayanan yang baik, profesi tukang variasi mobil dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Di tengah persaingan industri otomotif yang terus tumbuh, pendekatan kerja yang profesional menjadi nilai jual tersendiri yang membuat pelanggan kembali datang. (Stp)
Discussion about this post