JT.COM – Jasa Raharja menerima kunjungan audiensi dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si., serta Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, di Kantor Pusat Jasa Raharja, Rabu (20/8/2025) lalu.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga dalam meningkatkan keselamatan transportasi darat di Indonesia.
Hadir dalam pertemuan tersebut Plt. Direktur Utama Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, Direktur SDM dan Umum Rubi Handojo, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Harwan Muldidarmawan, Direktur Keuangan Bayu Rafisukmawan, serta Direktur Utama Jasa Raharja Putera Abdul Haris.
Dalam sambutannya, Dewi Aryani Suzana menyampaikan apresiasi atas dukungan yang telah terjalin lama, khususnya sejak Aan Suhanan masih menjabat Kakorlantas Polri.
“Kami Jasa Raharja pernah bersama Bapak memberikan pelayanan terbaik, baik saat survei jalur Nataru maupun Operasi Ketupat. Bapak memperlakukan kami sebagai sahabat seperjalanan, dan itu tidak bisa kami lupakan,” ujar Dewi dalam keterangan tertulisnya, Jumat ((22/08/2025).
Ia berharap kerja sama dapat terus berlanjut saat Aan kini menjabat Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub.
“Kami yakin dukungan yang sama akan terus kami dapatkan. Jajaran kami di seluruh Indonesia siap mendukung program kerja yang Bapak siapkan demi pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambah Dewi.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan kolaborasi lintas lembaga.
“Sahabat sejati bukan diukur dari lamanya waktu, tetapi kualitas hubungan yang terjalin. Saya bersyukur komunikasi dan kolaborasi yang dibangun sejak di Jasa Raharja hingga kini di Jasa Marga terus membawa manfaat besar,” kata Rivan.
Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menilai sinergi antar lembaga merupakan kunci memperkuat sistem transportasi darat yang aman dan modern. Ia mencontohkan keberhasilan integrasi data kecelakaan lalu lintas melalui IRSMS sebagai bukti nyata kolaborasi.
“Sinergi itu sederhana, kuncinya ada pada para pengambil keputusan untuk berintegrasi dan memperbaiki. Kalau pemimpinnya menjaga kebersamaan, maka yang di bawah akan mengikuti,” jelas Aan.
Pertemuan tersebut juga membahas arah kerja sama ke depan, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital. Program yang dibicarakan mencakup integrasi data berbasis aplikasi, sistem uji kendaraan modern, hingga pemanfaatan teknologi RFID di jalan tol.
“Ada banyak potensi yang bisa dikolaborasikan dengan Jasa Raharja dan Jasa Marga. Dimulai dengan RFID E-Blu, nantinya akan berkembang pada pemanfaatan teknologi lainnya,” pungkas Aan.
Audiensi ini menegaskan komitmen Jasa Raharja, Ditjen Perhubungan Darat, dan Jasa Marga untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan transportasi darat yang selamat, nyaman, dan berkelanjutan. (Humas JR)
Discussion about this post