JT.COM – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia meninjau langsung proses seleksi calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Polda Jambi, Sabtu (25/1/2026), guna memastikan pelaksanaan berjalan transparan dan profesional.
Kegiatan berlangsung di Kampus Universitas Dinamika Bangsa (UNAMA) Kota Baru, Jambi. Hadir dalam peninjauan tersebut Komisioner Kompolnas Dr. Supardi Hamid, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus P. Siregar, serta Karo SDM Polda Jambi Kombes Pol. Handoko.
Dalam kunjungan itu, Kompolnas memantau pelaksanaan tes Computer Assisted Test (CAT) psikologi yang diikuti para peserta seleksi.
Supardi Hamid mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan langsung pada setiap tahapan seleksi untuk memastikan proses berjalan sesuai prinsip transparansi dan profesionalisme.
“Kami melihat langsung proses seleksi. Sebelumnya kami meninjau tahap kesehatan, dan hari ini kami menyaksikan tes CAT psikologi calon taruna Akpol,” ujarnya.
Ia menilai, pelaksanaan seleksi di Polda Jambi menunjukkan komitmen panitia daerah dalam menjaga integritas proses penerimaan anggota Polri.
“Pelaksanaan tes berjalan secara adil. Peserta mengambil nomor secara acak dan menempati tempat duduk sesuai nomor tersebut,” katanya.
Menurut dia, transparansi juga harus diterapkan dalam penyampaian hasil seleksi kepada peserta dan orang tua.
“Hasil seleksi perlu disampaikan secara terbuka agar peserta dan orang tua memahami alasan kelulusan atau tidak lulus secara objektif,” tegasnya.
Supardi menambahkan, pengawasan Kompolnas dilakukan secara nasional di seluruh jajaran Polda guna menjamin kualitas dan profesionalitas proses rekrutmen Polri.
“Kami melakukan pengawasan di berbagai Polda untuk memastikan seluruh proses penerimaan berjalan profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyatakan, pihaknya berkomitmen melaksanakan seleksi penerimaan taruna Akpol secara bersih dan transparan.
“Kehadiran Kompolnas menjadi bagian dari pengawasan eksternal agar seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prinsip BETAH, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” kata Erlan.
Ia menegaskan, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dengan memanfaatkan sistem berbasis teknologi guna menjamin objektivitas hasil.
“Kami memastikan tidak ada praktik kecurangan dan seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya. (Nhr)
















Discussion about this post