• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Jumat, 23 Oktober 2026
Jabung Today
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN

ISEF 2026 Perkuat Ekonomi Syariah, BI Bengkulu Dorong Wakaf Produktif

Admin by Admin
23/10/2026
in EKBIS
0
PostTweetShareScan

JT.COM — Indonesia terus memperkuat langkah untuk menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Melalui Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, Bank Indonesia bersama pemerintah dan mitra strategis mendorong industri halal, memperluas akses keuangan syariah, serta mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Mengusung semangat “Kebaikan untuk Semua”, ISEF ke-13 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Festival ini menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring serta melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal.

Baca juga

BI Bengkulu Perkenalkan Kekayaan Wastra Daerah Lewat Mode by Cheka

23/10/2026

Kenali Teknik Berkendara Aman, Karyawan Coca-Cola Jambi Ikuti Edukasi Safety Riding Sinsen

23/10/2026

Karhutla Ancam Habitat Orangutan, Baharkam Polri Terjunkan Tim SAR ke Kalteng

23/10/2026

18 Tahun Vakum, Hasan Hidupkan Lagi Road Race Bengkulu

23/10/2026

Polres Mukomuko Ungkap 3 Kasus, Obat Samcodin hingga BBM Subsidi

23/10/2026

Polisi Selamatkan Induk dan Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah

23/10/2026

Pembukaan ISEF 2026 berlangsung pada 14 Oktober dan dihadiri Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo. Sejumlah pejabat, regulator, lembaga keuangan, pelaku industri, akademisi, dan mitra internasional turut menghadiri agenda tersebut.

ISEF tahun ini mengangkat tema akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah berkelanjutan melalui sinergi dan transformasi digital. Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat rantai nilai halal, memperdalam pasar keuangan syariah, serta memperluas inklusi keuangan.

Dalam rangkaian ISEF 2026, Bank Indonesia meluncurkan tiga program untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Program pertama adalah Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), yakni pedoman transaksi pasar keuangan syariah yang disusun bersama para pemangku kepentingan, termasuk Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO), IIGMA, dan otoritas terkait. Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat integritas serta efisiensi pasar keuangan syariah.

Program kedua berupa pembaruan Zakat Core Principles (ZCP) 2.0. Pengembangan indeks ini melibatkan BAZNAS dan Bank Indonesia, termasuk penambahan dimensi manajemen risiko untuk mendukung tata kelola zakat yang lebih kuat.

Program ketiga adalah beasiswa internasional melalui pemanfaatan dana sosial syariah. Program ini diharapkan mendukung pendidikan mahasiswa asing, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas pemanfaatan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara produktif.

Ketiga inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing ekonomi syariah Indonesia sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Pemerintah menilai ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Peluang tersebut didukung oleh proyeksi belanja masyarakat muslim global yang mencapai 3,56 triliun dolar AS pada 2029.

Untuk memanfaatkan peluang itu, pemerintah mendorong penguatan industri halal dan UMKM, perluasan ekspor, peningkatan kerja sama internasional, serta pengembangan keuangan dan dana sosial syariah.

Pemerintah juga menargetkan perluasan akses pembiayaan bagi UMKM serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Dengan langkah tersebut, pertumbuhan ekonomi syariah diharapkan mampu membuka peluang usaha dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Daya saing Indonesia di tingkat global juga menunjukkan perkembangan. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026, Indonesia bertahan di peringkat keempat dunia.

Di dalam negeri, rantai nilai halal tumbuh 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara itu, penerbitan green sukuk Indonesia sejak 2018 tercatat mencapai 7,7 miliar dolar AS di pasar global dan Rp108,9 triliun di pasar domestik per Juni 2026.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa capaian tersebut perlu menjadi pijakan untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Capaian ini menjadi fondasi, bukan garis akhir, karena masih terbuka ruang besar untuk meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah, memperdalam pasar, dan memperluas literasi, sehingga diperlukan akselerasi melalui sinergi dan transformasi digital,” ujar Destry.

ISEF 2026 menghadirkan beragam agenda yang mempertemukan pelaku usaha dari hulu hingga hilir. Kegiatan tersebut mencakup business matching perdagangan dan wastra, Forum Bisnis Pesantren, serta forum nasional dan internasional tentang industri halal, zakat, wakaf, pembiayaan haji, dan pariwisata ramah muslim.

Penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan sejumlah pembaruan. ISEF memperluas kolaborasi dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, memanfaatkan teknologi digital imersif, serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda dan peserta dari berbagai negara.

Untuk mendekatkan ekonomi syariah kepada anak muda, panitia menghadirkan kompetisi Video Kreatif Ekonomi Syariah (VITRAH) dan ISEF World Island melalui platform Roblox. Kedua inisiatif tersebut memanfaatkan ruang digital untuk mengenalkan prinsip dan potensi ekonomi syariah dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.

Rangkaian menuju ISEF 2026 sebelumnya juga berlangsung pada Juni hingga September melalui Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) di Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur.

Sejalan dengan agenda nasional tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu terus memperluas edukasi ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

Upaya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan literasi, termasuk rangkaian Bengkulu Road to Festival Ekonomi Syariah (BERKAH) dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan setempat.

Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prinsip ekonomi syariah, produk dan layanan keuangan syariah, serta manfaat keuangan sosial syariah bagi pemberdayaan ekonomi.

Selain memperkuat literasi, BI Bengkulu mengembangkan Wakaf TRENDI atau Wakaf Produktif Pesantren untuk Pengendalian Inflasi. Program ini mendorong pemanfaatan dana wakaf untuk membangun unit usaha produktif di tiga pondok pesantren di Provinsi Bengkulu.

Program tersebut mencakup budidaya cabai di Pondok Pesantren EHQ, pengembangan hidroponik di Pondok Pesantren Abdurrahman Al-Fatih, serta peternakan ayam petelur di Pondok Pesantren Al Karim.

Melalui kegiatan tersebut, pesantren diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi, menciptakan sumber manfaat berkelanjutan bagi santri dan masyarakat, serta membantu menjaga pasokan pangan daerah.

Pengembangan wakaf produktif juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan keuangan sosial syariah agar tidak hanya berfungsi sebagai instrumen sosial, tetapi juga mampu mendorong aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Sinergi kebijakan nasional dan inovasi di daerah diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi syariah, mulai dari penguatan industri halal hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui ISEF 2026, Bank Indonesia dan para mitra mendorong ekonomi dan keuangan syariah agar semakin inklusif, adaptif terhadap perkembangan digital, serta mampu bersaing di pasar global.

Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai rangkaian dan program ISEF melalui situs resmi www.isef.co.id dan aplikasi ISEFun Apps.

Dengan kolaborasi pemerintah, otoritas, industri, pesantren, akademisi, dan masyarakat, ekonomi syariah diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan yang membuka peluang usaha sekaligus memperluas kesejahteraan. (Rls)

Previous Post

Kenali Teknik Berkendara Aman, Karyawan Coca-Cola Jambi Ikuti Edukasi Safety Riding Sinsen

Next Post

BI Bengkulu Perkenalkan Kekayaan Wastra Daerah Lewat Mode by Cheka

Artikel lainnya

EKBIS

BI Bengkulu Perkenalkan Kekayaan Wastra Daerah Lewat Mode by Cheka

by Admin
23/10/2026
EKBIS

Rekomendasi Laptop untuk Kerja Hybrid, ASUS Zenbook DUO dengan Dua Layar Penuh

by Redaksi
15/10/2026
EKBIS

BRIEF 2026 Buka Peluang Investasi Bengkulu ke Pasar Global

by Admin
12/10/2026
EKBIS

Bengcoolen Fest 2026 Diserbu 20 Ribu Pengunjung, Transaksi Tembus Rp1,29 Miliar

by Admin
12/10/2026
EKBIS

Talk Show BI Bengkulu: Pembukuan Rapi Buka Peluang Kredit UMKM

by Admin
11/10/2026
EKBIS

Bukan Sekadar Festival, Bencoolen Fest Jadi Penggerak Ekonomi Bengkulu

by Admin
09/10/2026
Next Post

BI Bengkulu Perkenalkan Kekayaan Wastra Daerah Lewat Mode by Cheka

Discussion about this post

Iklan

Populer

    Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

    Jl.Ternate, RT 03 No 49 Kel. Kebun Handil, Kec. Jelutung, Kota Jambi Kode Pos 36137
    Email : jabungtoday@gmail.com
    Phone / WA : 0813-1302-4411

    Copyright© 2026 Jabungtoday.com
    Developed by - OMG

    No Result
    View All Result
    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKBIS
    • KABAR TNI/POLRI
    • OTOMOTIF
    • NASIONAL
    • OPINI
    • PEMERINTAHAN
    • PARLEMEN
    • HUKRIM
    • BINTAN