JT.COM – Satgaswil Bengkulu Densus 88 Anti Teror (AT) Polri menggelar nonton bareng (nobar) film “Tanah Runtuh” di XXI Bencoolen Mall, Kota Bengkulu, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan sekaligus menangkal paham radikalisme serta intoleransi.
Nobar dihadiri Kepala Kesbangpol Provinsi Bengkulu, puluhan wartawan dan pimpinan media yang tergabung dalam Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ), mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.
Melalui pemutaran film tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Film Tanah Runtuh mengangkat kisah perjuangan, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa.
Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi media edukasi untuk memperkuat semangat toleransi, persaudaraan, dan cinta Tanah Air.
Ketua Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ), Wibowo Susilo, mengapresiasi langkah Satgaswil Bengkulu Densus 88 AT Polri yang memilih pendekatan edukatif melalui media film.
“Film merupakan media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan. Kami mengapresiasi Satgaswil Bengkulu Densus 88 AT Polri yang menghadirkan kegiatan ini sehingga insan pers dapat mengambil nilai-nilai positif dari film Tanah Runtuh. Sinergi antara media, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat harus terus diperkuat untuk mengedukasi publik tentang pentingnya menjaga persatuan dan menangkal paham yang mengganggu keutuhan bangsa,” ujar Wibowo.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menghadirkan informasi yang edukatif, menyejukkan, serta mampu memperkuat semangat persaudaraan di tengah masyarakat.
Suasana nobar berlangsung hangat dan penuh keakraban. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti jalannya pemutaran film hingga selesai, kemudian berdiskusi mengenai pesan moral yang terkandung di dalamnya.
Melalui kegiatan ini, Satgaswil Bengkulu Densus 88 AT Polri berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah, insan pers, mahasiswa, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, LSM, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa semakin kuat dalam menjaga situasi yang aman, damai, dan kondusif di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membangun kesadaran bersama bahwa menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan menolak segala bentuk radikalisme merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Yl)














Discussion about this post