• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Senin, 12 Oktober 2026
Jabung Today
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN

Kemacetan Truk Batu Bara Masih Terjadi, Waka DPRD Jambi Desak Evaluasi Proyek Jalan Khusus

Redaksi by Redaksi
06/03/2026
in ADVERTORIAL, DAERAH, PARLEMEN
0
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata melihat langsung progres pembangunan jalan khusus angkutan batu bara di Kabupaten Batanghari. (Nahar)

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata melihat langsung progres pembangunan jalan khusus angkutan batu bara di Kabupaten Batanghari. (Nahar)

PostTweetShareScan

JT.COM – Aktivitas angkutan batu bara yang masih melintasi jalan umum di sejumlah wilayah kembali memicu kemacetan panjang di Provinsi Jambi. Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan belum optimalnya pembangunan jalan khusus angkutan batu bara yang hingga kini belum dapat difungsikan.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, mengatakan berdasarkan laporan progres pembangunan yang diterima DPRD, proyek tiga ruas jalan khusus batu bara yang dikerjakan pihak swasta masih berjalan lambat dan belum sesuai target yang ditetapkan sebelumnya.

Baca juga

Polri Mutasi 199 Personel, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

11/10/2026

Makin Hemat, Honda BeAT Tawarkan Hemat Angsuran hingga Rp2,2 Jutaan dan Diskon Angsuran Rp64 Ribu per Bulan

11/10/2026

Operasi Gabungan Polda NTB Gerebek Dugaan Sarang Narkoba di Mataram, Sabu 51,58 Gram Disita

11/10/2026

Polsek Jajaran Perkuat Patroli, Garda Terdepan Polisi Bersama Masyarakat

11/10/2026

Talk Show BI Bengkulu: Pembukuan Rapi Buka Peluang Kredit UMKM

11/10/2026

Antisipasi Kejahatan Jalanan, Ditpamobvit Polda Bengkulu Gencar Patroli di Objek Vital Perbankan

11/10/2026

“Dari data yang kami terima, progres pembangunan masih jauh dari harapan. Bahkan ada pengembang yang baru membuka lahan sekitar enam persen, padahal target dari pemerintah pusat seharusnya proyek ini selesai pada Desember 2023,” kata Ivan.

Menurut dia, keterlambatan pembangunan jalan khusus tersebut berdampak langsung pada masyarakat, terutama di wilayah Kabupaten Batanghari yang hampir setiap hari menghadapi kemacetan akibat ribuan truk batu bara yang masih menggunakan jalan umum.

Berdasarkan laporan teknis yang diterima DPRD, progres pembangunan tiga proyek jalan khusus batu bara menunjukkan perkembangan yang tidak seimbang.

Pengembang PT Intitirta Primasakti tercatat paling maju dalam pembangunan ruas Sarolangun–Ketalo sepanjang sekitar 15,3 kilometer. Namun proyek tersebut masih menghadapi kendala teknis, termasuk perubahan desain pondasi jembatan serta perizinan persimpangan dengan jalan nasional.

Sementara itu, proyek yang dikerjakan PT Sinar Anugerah Sukses masih berada pada tahap awal. Dari rencana pembangunan sekitar 60 kilometer, pengerjaan disebut belum menunjukkan perkembangan signifikan karena adanya persoalan dengan masyarakat di sekitar lokasi terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS).

Adapun proyek yang dikelola PT Putra Bulian Properti masih terbatas pada pembukaan lahan di beberapa titik, seperti di STA 77+300, serta pembangunan rest area di kawasan Teluk Jambu.

Ivan menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa proyek yang diharapkan menjadi solusi utama kemacetan truk batu bara di Jambi belum berjalan sesuai komitmen awal.

Ia menjelaskan sejumlah faktor menjadi penyebab lambannya pembangunan jalan khusus batu bara tersebut. Salah satunya adalah proses perizinan, khususnya terkait persimpangan jalan atau crossing dengan jalan nasional.

Beberapa pengembang masih mengurus izin teknis ke Balai Pelaksana Jalan Nasional serta Direktorat Jenderal Bina Marga. Tanpa izin tersebut, jalan khusus tidak dapat terhubung dengan jaringan jalan nasional sehingga belum bisa dioperasikan.

Selain itu, proyek juga menghadapi kendala administrasi di sektor lingkungan dan kehutanan, seperti adendum dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).

Di sisi lain, proses pembebasan lahan juga belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat konflik lahan antara pengembang dengan masyarakat maupun perusahaan pemegang izin hutan tanaman industri (HTI).

Ivan juga menyoroti adanya perbedaan kepentingan di antara pengembang proyek. Beberapa perusahaan merupakan pemegang izin usaha pertambangan sehingga jalan khusus tersebut menjadi kebutuhan operasional mereka.

Sementara itu, pengembang yang tidak memiliki tambang sendiri membutuhkan kepastian regulasi dari pemerintah daerah bahwa seluruh angkutan batu bara nantinya wajib menggunakan jalan khusus tersebut.

“Jika tidak ada kepastian regulasi, tentu ada kekhawatiran investasi yang ditanamkan tidak kembali. Karena itu pemerintah daerah perlu memberikan kepastian hukum,” ujarnya.

Melihat perkembangan proyek yang lambat, Ivan menegaskan DPRD akan mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kerja sama pembangunan jalan khusus batu bara tersebut.

“Jika pengembang dinilai tidak mampu menyelesaikan proyek sesuai komitmen, maka izinnya perlu dievaluasi bahkan bisa dicabut,” kata Ivan.

Selain pembangunan jalan khusus, DPRD juga menyoroti pengawasan terhadap aktivitas truk batu bara di area tambang.

Menurut Ivan, aturan dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara mewajibkan setiap perusahaan tambang menempatkan minimal empat petugas pengawas di pintu keluar tambang untuk mengatur jumlah kendaraan yang keluar.

Namun jika kemacetan di jalan nasional masih sering terjadi, ia menilai ada kemungkinan aturan tersebut tidak dijalankan secara optimal oleh perusahaan tambang.

“Jika aturan ini tidak dijalankan dengan baik, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ivan menambahkan DPRD juga akan meminta data perusahaan tambang yang pernah mendapat sanksi dari pemerintah pusat guna memperketat pengawasan.

Ia juga membuka kemungkinan pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk membahas persoalan jalan khusus batu bara secara lebih mendalam. (Adv)

Previous Post

Polisi dan Warga Seluma Gotong Royong Perbaiki Jembatan Desa

Next Post

Yamaha Rilis Fazzio Hybrid Starry Night Special Edition, Skutik Classy untuk Gaya Anak Muda Urban

Artikel lainnya

DAERAH

Makin Hemat, Honda BeAT Tawarkan Hemat Angsuran hingga Rp2,2 Jutaan dan Diskon Angsuran Rp64 Ribu per Bulan

by Redaksi
11/10/2026
DAERAH

Polsek Jajaran Perkuat Patroli, Garda Terdepan Polisi Bersama Masyarakat

by Admin
11/10/2026
DAERAH

Antisipasi Kejahatan Jalanan, Ditpamobvit Polda Bengkulu Gencar Patroli di Objek Vital Perbankan

by Admin
11/10/2026
DAERAH

Subdit Wisata Dit Pamobvit Polda Bengkulu Patroli Dialogis di Pantai Panjang dan BIM

by Admin
11/10/2026
ADVERTORIAL

Gubernur Al Haris Dorong Mahasiswa Jambi Jadi Wirausaha dan Pencipta Lapangan Kerja

by Redaksi
11/10/2026
DAERAH

Patroli Kring Serse Polres Bengkulu Tengah Sasar Jam Rawan, Cegah Kejahatan Konvensional

by Admin
11/10/2026
Next Post
Yamaha Fazzio Hybrid Starry Night Special Edition tampil dengan kombinasi warna silver dan matte blue serta grafis iridescent pada bodi samping (Dok. Yamaha)

Yamaha Rilis Fazzio Hybrid Starry Night Special Edition, Skutik Classy untuk Gaya Anak Muda Urban

Kegiatan Safari Ramadhan yang digelar IKA PMII Kabupaten Tanjung Jabung Barat diisi dengan buka puasa bersama serta penyerahan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan. (Dok. Latif)

Pererat Silaturahmi, IKA PMII Tanjab Barat Gelar Safari Ramadhan dan Santuni Anak Yatim

Ketua DPRD Kaur Januardi. (foto:Supratman)

DPRD Kaur Apresiasi Kinerja Setahun Gusril–Hamid, Sinergi Dinilai Kunci Pembangunan

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menyampaikan sambutan saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 di Aula Gedung Siginjai Polda Jambi, Jumat (6/3/2026). (Dok. Humas)

Kapolda Jambi Pimpin Rakor Ops Ketupat 2026, Bahas Strategi Pengamanan Mudik Lebaran

Ilustrasi Pengendara dan penumpang sepeda motor menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara. (Dok Sinsen)

Hindari Risiko di Jalan, Honda Sinsen Bagikan 4 Tips Aman Saat Berboncengan

Discussion about this post

Iklan

Populer

    Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

    Jl.Ternate, RT 03 No 49 Kel. Kebun Handil, Kec. Jelutung, Kota Jambi Kode Pos 36137
    Email : jabungtoday@gmail.com
    Phone / WA : 0813-1302-4411

    Copyright© 2026 Jabungtoday.com
    Developed by - OMG

    No Result
    View All Result
    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKBIS
    • KABAR TNI/POLRI
    • OTOMOTIF
    • NASIONAL
    • OPINI
    • PEMERINTAHAN
    • PARLEMEN
    • HUKRIM
    • BINTAN