Oleh : Dr. Fahmi Rasid
Bank Jambi menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah sejak didirikan pada 12 Februari 1959 melalui Akta Notaris Adiputra Parlindungan Nomor 6.
Kehadiran bank daerah ini tidak hanya bertujuan memperkuat keuangan pemerintah provinsi, tetapi juga memberikan akses perbankan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, petani, pedagang, hingga aparatur sipil negara (ASN).
Seiring perjalanan waktu, Bank Jambi terus berkembang. Pada dekade 1970–1980-an, jaringan kantor diperluas ke berbagai kabupaten/kota sehingga semakin dekat dengan masyarakat.
Memasuki era 1990-an, bank ini mulai berbenah dengan meningkatkan manajemen dan layanan, menyesuaikan diri dengan perkembangan perbankan nasional.
Pada abad ke-21, Bank Jambi melakukan transformasi digital, memperbanyak produk keuangan, serta meningkatkan pelayanan agar mampu bersaing dengan bank nasional. Namun, bank daerah ini tetap menjaga jati dirinya sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat.
Peran Bagi Ekonomi Daerah
Bank Jambi tidak hanya berfungsi sebagai pengelola dana pemerintah, tetapi juga sebagai motor penggerak perekonomian rakyat. Melalui penyaluran kredit, banyak petani karet, sawit, dan kopi yang terbantu dalam mengembangkan usaha. Pedagang pasar pun memperoleh modal tambahan untuk memperluas dagangan mereka.
Bagi ASN, Bank Jambi menjadi mitra penting dalam penyaluran gaji serta penyedia fasilitas pinjaman untuk biaya pendidikan, pembangunan rumah, maupun kebutuhan mendesak lainnya. Proses pengajuan yang sederhana dan bunga kompetitif membuat banyak ASN merasa terbantu.
Seorang guru di Merangin pernah menyampaikan, tanpa bantuan Bank Jambi ia mungkin tidak dapat membangun rumah untuk keluarganya. Kisah serupa banyak ditemui di kalangan ASN di kabupaten/kota lain di Jambi.
Komitmen Sosial dan Pendidikan
Selain peran ekonomi, Bank Jambi juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dukungan ini antara lain diberikan di bidang pendidikan. Pada 2015, Dr. Fahmi Rasid, putra daerah Jambi, berhasil menyelesaikan studi doktoralnya berkat bantuan CSR Bank Jambi.
“Tanpa bantuan Bank Jambi, mungkin perjalanan studi S3 saya akan jauh lebih berat. Dukungan ini bukan hanya membantu saya pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa Bank Jambi adalah bagian dari mimpi anak-anak Jambi yang ingin maju melalui pendidikan,” ujarnya saat wisuda doktor di Universitas Persada Indonesia.
Tantangan dan Harapan
Memasuki era digitalisasi dan persaingan perbankan yang semakin ketat, Bank Jambi dituntut terus berinovasi. Namun, selama tetap berpegang pada akar sejarah serta komitmen mendukung masyarakat, masa depan yang cerah masih terbuka lebar.
Bank Jambi kini tidak hanya menjadi institusi keuangan, melainkan juga simbol kemandirian ekonomi dan kebanggaan daerah. Dari petani, pedagang, ASN, hingga mahasiswa, semua merasakan manfaat kehadirannya dalam perjalanan hidup dan pembangunan Jambi.
Penulis adalah Peneriman Bantuan CSR Tahun 2015
Discussion about this post