JT.COM – Hari terakhir pelatihan wartawan ekonomi Bank Indonesia (BI) Bengkulu berlangsung berbeda. Sebanyak 58 wartawan ekonomi tak hanya mendapat materi jurnalistik dan ekonomi. Mereka juga menguji fokus, ketelitian, dan kedisiplinan melalui latihan menembak.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Tembak Batalyon A Pelopor, Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Rabu (9/9/2026).
Bagi sebagian peserta, latihan menembak menjadi pengalaman baru. Kegiatan tersebut dipimpin Danyon A Pelopor Bengkulu Kompol Thomson Sirait, S.Sos. Ia didampingi Kabag Ops Kompol Jumain Budiono, S.Sos., M.M., Kasi Logistik AKP Jhoner Sidabutar, serta Kasubsi Bekum Aili Wadi.
Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan latihan menembak menjadi bagian dari kolaborasi sekaligus silaturahmi antara BI, Brimob, dan wartawan.
“Alhamdulillah, interaksi kemitraan BI dengan Brimob sangat luar biasa. Kami berterima kasih karena rombongan wartawan bisa diterima di sini,” kata Wahyu.
Menurut Wahyu, latihan menembak wartawan BI Bengkulu bukan sekadar aktivitas olahraga. Peserta juga belajar menjaga fokus, mematuhi prosedur, dan memahami pentingnya keselamatan.
“Menembak ini menarik karena ada sisi olahraga, melatih fokus dan kedisiplinan. Ada tahapan yang harus diperhatikan, terutama soal keselamatan,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman tersebut memberikan manfaat bagi para wartawan. Setiap peserta harus berkonsentrasi dan mengikuti arahan sebelum menentukan sasaran.
“Teman-teman harus mempersiapkan diri, fokus, dan memperhatikan sasaran. Ini tentu menjadi pengalaman berharga,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat kesempatan mengenal dan mencoba sejumlah jenis senjata. Latihan mencakup senjata laras pendek dan laras panjang.
Seluruh proses berlangsung dengan pendampingan personel Brimob. Peserta terlebih dahulu mendapat arahan mengenai prosedur sebelum mengikuti praktik di lapangan.
Wahyu berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat hubungan antara BI, Brimob, dan insan pers.
Sementara itu, Danyon A Pelopor Bengkulu Kompol Thomson Sirait mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi yang terus dibangun bersama Bank Indonesia.
“Kolaborasi ini tetap kita laksanakan. Sebelumnya kami juga sering bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam berbagai kegiatan,” kata Thomson.
Ia menjelaskan, peserta mendapat pengenalan terhadap senjata laras pendek dan laras panjang. Personel Brimob memberikan arahan dan pengawasan selama kegiatan berlangsung.
“Untuk laras pendek ada pistol dan beberapa jenis lainnya. Sedangkan senjata laras panjang yang kami siapkan adalah MP4,” ujarnya.
Thomson menambahkan, setiap jenis senjata memiliki tingkat kesulitan berbeda. Karena itu, peserta wajib mengikuti seluruh tahapan sesuai arahan personel Brimob.
Latihan menembak menjadi penutup pelatihan wartawan ekonomi Bank Indonesia Bengkulu dengan pengalaman yang berbeda. Kegiatan ini tidak hanya memberikan suasana baru bagi peserta, tetapi juga mengajarkan pentingnya fokus, ketelitian, disiplin, dan keselamatan.
Bagi para wartawan, latihan tersebut bukan semata-mata tentang mengenai sasaran. Lebih dari itu, peserta belajar mengendalikan fokus, menjaga konsentrasi, dan menjalankan setiap prosedur dengan disiplin.
Pelatihan wartawan ekonomi BI Bengkulu pun ditutup dengan pengalaman yang tidak biasa. Kolaborasi BI dan Brimob melalui kegiatan tersebut sekaligus mempererat hubungan dengan insan pers di Bengkulu. (Yl)


















Discussion about this post