• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Selasa, 13 Oktober 2026
Jabung Today
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
  • BINTAN

In Memoriam – Kisah Heroik di Tengah Petualangan

Redaksi by Redaksi
14/06/2025
in OPINI
0
Empat pendaki WALHI berpose di puncak Gunung Tambora, NTB, dalam momen bersejarah pendakian tahun 2015. (Dok. Penulis)

Empat pendaki WALHI berpose di puncak Gunung Tambora, NTB, dalam momen bersejarah pendakian tahun 2015. (Dok. Penulis)

PostTweetShareScan

Oleh: Musri Nauli

Sedang asyik bekerja di depan laptop, menyusun bahan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, tiba-tiba masuk pesan WhatsApp. Sebuah foto terkirim dari DD Shineba. Gambar itu diambil di puncak Gunung Tambora.

Baca juga

BRIEF 2026 Buka Peluang Investasi Bengkulu ke Pasar Global

12/10/2026

HUT ke-27 Sarolangun, Gubernur Al Haris Tekankan Hari Jadi Sebagai Momentum Evaluasi dan Perkuat Sinergi Pembangunan

12/10/2026

Kapolri Pimpin Sertijab Kakorlantas dan Tiga Kapolda di Mabes Polri

12/10/2026

Melesat di Tengah Persaingan Ketat, Bintang dan Resky Naik Podium Moto4 Asia Cup

12/10/2026

Ditpolairud Polda Bengkulu Patroli dan Sambangi Nelayan di Perairan Muara Dua

12/10/2026

Minggu Kasih di Lubuk Sirih Ilir, Kapolsek Manna Tampung Keluhan Warga soal Kenakalan Remaja

12/10/2026

Sekejap, ingatan saya melayang jauh. Lebih dari sembilan tahun lalu, saat kami mendaki Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat. Waktu itu tengah berlangsung Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH), atau Rapimnas Pimpinan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) tingkat nasional dan daerah. WALHI NTB bertindak sebagai tuan rumah.

Di luar agenda KNLH, para peserta yang terdiri dari Eksekutif Nasional, Dewan Nasional, Direktur WALHI Daerah, serta Dewan Daerah terbagi dua. Sebagian memilih menikmati wisata pantai seperti Gili Trawangan. Sebagian lainnya, termasuk saya, memilih tantangan: mendaki Gunung Tambora.

Tambora, salah satu gunung berapi paling bersejarah. Letusannya 200 tahun lalu mengguncang dunia. Abu vulkaniknya mencapai Eropa, menyebabkan kegelapan dan musim dingin berkepanjangan. Akibatnya, pasukan Napoleon Bonaparte tak mampu bergerak, dan Perancis mengalami kekalahan di berbagai medan perang.

Mataram kala itu ramai dikunjungi wisatawan, termasuk dari mancanegara, yang ingin mengikuti napak tilas letusan Tambora.

Dari peserta KNLH, hanya segelintir yang bersedia bergabung dalam pendakian. Saya ingat, hanya enam Direktur WALHI Daerah yang ikut: dari Jambi, Sumbar, Kalteng, Kalbar, Yogyakarta, dan Sulsel. DD mewakili Dewan Nasional, dan Mbak Yaya Kepala Departemen Advokasi mewakili Eksekutif Nasional. Sisanya tetap memilih pantai.

Menariknya, arah perjalanan bisa ditebak dari jenis tas peserta. Yang membawa koper atau tas tarik biasanya ke pantai. Sedangkan yang membawa ransel “carrier”, lengkap dengan perlengkapan mendaki, pasti ikut ke gunung.

Usai kegiatan resmi, rombongan pun terpecah. Mereka yang ke pantai sore harinya sudah mengunggah foto aktivitasnya. Sedangkan kami memulai perjalanan panjang, menyeberang dari Pulau Lombok ke Pulau Sumbawa sekitar 18–20 jam perjalanan, termasuk penyeberangan dengan kapal feri.

Saat menyeberang, Mbak Yaya sempat berkelakar, “Tenang, Ketua. Yang ke pantai, sore atau malam juga bakal kehabisan spot.” Kami tertawa. Memang tak banyak variasi di pantai.

Keesokan siangnya, kami tiba di kaki Gunung Tambora. Persiapan dilakukan. Kami menargetkan mencapai Shelter 1 untuk penyesuaian suhu dan menginap. Usai makan siang, kami lanjut ke Shelter 4 untuk berkemah, lalu membawa daypack ringan ke puncak.

Pendakian menuju puncak dimulai pagi-pagi sekali. Dan alhamdulillah, semua berhasil mencapai puncak.

Namun, perjalanan turun tidak semudah yang dibayangkan. Dengan rombongan besar, kami tak bisa turun bersama-sama. Maka dibentuk dua tim: satu tim langsung menuju Shelter 1 untuk memasang tenda dan menyiapkan logistik. Mbak Yaya dengan tegas memimpin tim ini.

Kami yang tersisa turun perlahan. Beberapa kawan mulai kelelahan, kaki tak lagi bisa diajak kompromi. Di Shelter 3, kami diskusi dan kembali membagi tim. Sebagian melanjutkan ke Shelter 1, sebagian memilih bertahan sambil menyusuri perlahan—dengan kemungkinan terjebak hingga Shelter 2.

Logistik dibagi ulang. Saya dan beberapa kawan memilih menjadi tim sapu belakang—tim sweeper.

Malam pun tiba. Hujan deras mengiringi langkah kami. Pelan-pelan kami terus berjalan. Saya menyemangati teman-teman. Yang penting tetap bergerak. Lebih baik lambat daripada harus ditandu.

Ketika akhirnya sampai di Shelter 1, kami lega luar biasa. Kak DD sudah mendirikan tenda dan menyiapkan makanan. Kami bergabung dengan tim yang lebih dulu sampai.

Mengingat kondisi fisik yang menurun drastis dan malam yang kian larut disertai hujan, kami sepakat untuk bermalam di Shelter 1. Logistik masih cukup untuk malam itu dan bekal esok hari.

Saat mengganti pakaian yang basah kuyup, datanglah rombongan dari bawah membawa tambahan logistik.

“Pesan dari Ibu Yaya, untuk kawan-kawan,” kata sang pengantar.

“Ibu Yaya juga bilang, kalau ada yang tak kuat jalan, kami siap menggotong. Itu pesan beliau.”

Kami tertegun. Padahal, logistik masih cukup. Secara logis, Mbak Yaya bisa saja beristirahat di Shelter 1. Namun ia memilih turun ke pos terakhir, memimpin koordinasi, bahkan bersiap naik kembali jika dibutuhkan untuk mengevakuasi kawan.

Perhatiannya bukan hanya pada dirinya, tapi pada keseluruhan tim. Ia memilih jalan yang lebih berat, hanya demi memastikan semua kawan aman.

Di situlah saya percaya: lapangan adalah tempat ujian sejati kepemimpinan. Apakah seseorang benar-benar pemimpin, atau hanya pemberi perintah yang tak ikut bekerja.

Mbak Yaya membuktikan, ia bukan hanya pemimpin. Ia penopang, penggerak, dan penjaga semangat tim.

Kisah ini, bagi saya, bukan sekadar kenangan. Ia adalah potret nyata dari kepemimpinan yang tulus. Kisah heroik di tengah petualangan, yang terlalu berharga untuk dilupakan.

Selamat jalan, Mbak Yaya.
Semoga damai di sisi-Nya.

Previous Post

Tanggapi Keluhan Warga, Fasha Bahas Gas dan Listrik Saat Reses di Tanjabtim

Next Post

Kapolda Jambi: Polri yang Kuat Dimulai dari Personel yang Sehat

Artikel lainnya

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Bandara Sultan Thaha: Upaya Membuka Langit Jambi, Membuka Masa Depan

by Redaksi
17/06/2026
Ir. Syahrasaddin, M.Si. (Dok. Penulis)
OPINI

MBG Jambi :  Dari Piring Anak Menuju Penguatan Ekonomi Desa

by Redaksi
17/06/2026
Prof. Dr. H. Syamsir, S.H., M.H. (dok. Penulis)
OPINI

Perspektif Hukum: Dasar Hukum Hibah Aset Daerah dalam Sistem Pemerintahan Indonesia

by Redaksi
07/06/2026
Syahrasaddin (Dok. Penulis)
OPINI

Strategi Pemerintah Daerah Menghadapi Efisiensi Anggaran Pusat

by Redaksi
05/06/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

SDM sebagai Fondasi Hilirisasi di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur

by Redaksi
04/06/2026
Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Dari Migas, Kelapa, Sawit, hingga Kekuatan Maritim Masa Depan

by Redaksi
04/06/2026
Next Post
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar (kaus putih, celana pendek) joging bersama sejumlah personel di depan Kantor BASARNAS Jambi, Sabtu (14/6/2025), (Dok. Nahar)

Kapolda Jambi: Polri yang Kuat Dimulai dari Personel yang Sehat

Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Jambi, AKBP Mustofa Kholil (kiri), menyerahkan Bed Lengan Bhabinkamtibmas kepada personel berprestasi dari Polres Tebo saat kegiatan evaluasi kinerja, di aula Polres Tebo, Kamis (13/6/2025). (Dok. Daus)

Evaluasi Ditbinmas Polda Jambi: DDS Meningkat, Deteksi Dini Perlu Ditingkatkan

Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Jasa Raharja Harwan Muldidarmawan menyerahkan IRSMS Award kepada Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit Doohan yang meraih Juara 1 kategori Polres Sedang/Tipe A dalam Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2025 di Jakarta, Jumat (13/6/2025). (Dok. Humas JR Jambi)

Jasa Raharja-Korlantas Polri Beri Penghargaan kepada Polda dan Polres Tertib Input IRSMS

Plt. Manager Pertamina EP Jambi Alfian Mayando menyerahkan dokumen serah terima pengelolaan TK Patra Serandi kepada Kepala Desa Talang Belido, Fadli, disaksikan Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno dalam Festival Patra Serandi, Rabu (12/6/2025). (Dok. Yola)

Dukung Pendidikan Anak Usia Dini, Pertamina EP Jambi Serahkan TK ke Desa

Wakil Menteri LHK Sulaiman Umar Siddiq bersama Gubernur Jambi Al Haris dan jajaran meninjau fasilitas pembibitan PT Wirakarya Sakti Distrik VII dalam rangka pengendalian karhutla, Sabtu (14/6/2025). (Dok. Erit Kominfo)

Efektif Tangani Karhutla, Sistem Water Intake PT WKS Jadi Contoh Nasional

Discussion about this post

Iklan

Populer

    Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

    Jl.Ternate, RT 03 No 49 Kel. Kebun Handil, Kec. Jelutung, Kota Jambi Kode Pos 36137
    Email : jabungtoday@gmail.com
    Phone / WA : 0813-1302-4411

    Copyright© 2026 Jabungtoday.com
    Developed by - OMG

    No Result
    View All Result
    • ADVERTORIAL
    • DAERAH
    • EKBIS
    • KABAR TNI/POLRI
    • OTOMOTIF
    • NASIONAL
    • OPINI
    • PEMERINTAHAN
    • PARLEMEN
    • HUKRIM
    • BINTAN