JT.COM – Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-obatan Tertentu (OOT) di Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama melindungi generasi muda dari ancaman obat berbahaya.
Sekretaris Daerah Bengkulu, Herwan Antoni, membuka langsung kegiatan mewakili gubernur. Hadir pula anggota DPD RI Destita Khairilisani, Kapolda Bengkulu Mardiyono, serta ratusan peserta dari berbagai unsur.
Sekitar 300 peserta mengikuti kegiatan ini, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga organisasi kepemudaan dan masyarakat.
Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan Bengkulu, Kodon Tarigan, menegaskan pentingnya gerakan bersama dalam mencegah penyalahgunaan obat.
“Kami ingin memperkuat komitmen, terutama generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh hal negatif yang merusak masa depan,” ujarnya.
Ia menekankan, peran semua elemen sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan produktif.
Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Susiyanto, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai penyalahgunaan obat di kalangan muda sudah mengkhawatirkan.
“Mahasiswa harus jadi agen perubahan. Sebarkan informasi bahaya penyalahgunaan obat,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa aksi ini bukan seremoni, tetapi langkah nyata menekan peredaran OOT.
“Obat tertentu bisa sebabkan halusinasi, merusak saraf dan mental, bahkan memicu kriminalitas. Ini ancaman serius,” tegasnya.
Ia mengingatkan, pencegahan harus dilakukan bersama dan tidak boleh ditunda.
“Kita tidak boleh lengah. Generasi muda harus kita selamatkan,” ujarnya.
Sekda mengajak semua pihak bergerak bersama, mulai dari keluarga, sekolah, kampus, tenaga kesehatan, hingga aparat penegak hukum.
Upaya pencegahan, kata dia, harus dilakukan lewat edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum yang konsisten.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol keseriusan seluruh pihak dalam melawan penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Bengkulu.
Aksi ini diharapkan menjadi langkah konkret menjaga generasi muda tetap sehat, produktif, dan bebas dari ancaman narkoba serta obat berbahaya. (Yl)
















Discussion about this post