JT.COM – PT Jasa Raharja memastikan memberikan jaminan bagi korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026). Penanganan korban menjadi fokus utama bersama sejumlah instansi terkait.
Sejumlah pejabat hadir langsung di lokasi kejadian, antara lain Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Doni Oskaria, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Staf Khusus Presiden Raffi Ahmad, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Kepala BP BUMN Doni Oskaria menyampaikan bahwa prioritas saat ini adalah evakuasi dan penanganan korban.
“Fokus kami saat ini adalah evakuasi, penanganan, dan pemulihan korban. Kami terus bersinergi dengan seluruh pihak agar proses berjalan lancar,” ujar Doni dalam keterangannya.
Sejak menerima laporan kejadian, Jasa Raharja langsung berkoordinasi dengan kepolisian, PT KAI, serta rumah sakit yang menangani korban. Langkah ini dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan perawatan medis dengan jaminan biaya serta pendataan yang akurat.
Petugas Jasa Raharja juga diterjunkan ke lokasi kejadian dan fasilitas kesehatan untuk mempercepat proses penjaminan dan pendataan korban.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menegaskan pihaknya berkomitmen memastikan seluruh hak korban terpenuhi sesuai ketentuan.
“Jasa Raharja hadir untuk memastikan setiap korban kecelakaan mendapatkan perlindungan dasar secara cepat dan tepat. Kami telah menginstruksikan jajaran untuk segera melakukan pendataan dan menjamin korban yang dirawat di rumah sakit,” kata Awaluddin.
Ia menambahkan, sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat guna memastikan penanganan korban berjalan optimal.
Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. (Stp/Adv)
















Discussion about this post