JT.COM – Kapolda Bengkulu, Mardiyono membagikan nasi kotak kepada 29 tahanan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Bengkulu, Jumat (10/4/2026).
Sebanyak 27 tahanan laki-laki dan 2 perempuan menerima bantuan tersebut usai salat Jumat. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus pendekatan humanis Polri.
Mardiyono tidak hanya menyerahkan makanan. Ia berdialog langsung dengan para tahanan, memberi dorongan agar mereka berubah menjadi lebih baik.
“Yang kita benci bukan orangnya, tapi perbuatannya. Mereka jangan dijauhi, justru harus didekati dan diberi motivasi,” tegasnya.
Ia menyebut banyak tahanan terjerat kasus narkoba karena pengaruh lingkungan dan tekanan sosial.
Kapolda menegaskan, langkah preventif menjadi prioritas utama. Ia mendorong jajaran aktif turun ke sekolah dan kampus untuk mengedukasi bahaya narkoba.
“Saya lebih bangga jika kita bisa mencegah kejahatan daripada hanya menangkap pelaku,” ujarnya.
Mardiyono juga mengingatkan keluarga agar tidak ragu melapor jika ada anggota yang mulai terlibat narkoba.
“Segera laporkan untuk rehabilitasi sebelum terlambat dan berujung proses hukum,” katanya.
Kegiatan ini menunjukkan pendekatan Polri yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga membina dan memberi harapan.
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba sekaligus memberi kesempatan kedua bagi para tahanan untuk memperbaiki diri. (Yl)
















Discussion about this post