JT.COM – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PDAM Tirta Selagan Kabupaten Mukomuko hingga pertengahan 2026 masih nihil. Padahal, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut telah menerima investasi pemerintah senilai puluhan miliar rupiah dan terus memperoleh pemasukan dari pembayaran rekening air pelanggan setiap bulan.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Mukomuko, Haryanto, membenarkan belum ada satu rupiah pun kontribusi PAD yang disetorkan PDAM Tirta Selagan kepada pemerintah daerah.
“Untuk PAD dari PDAM Tirta Selagan sampai sekarang tidak ada. Masukan PAD dari PDAM memang belum ada,” kata Haryanto, Rabu (1/7/2026).
Menurut Haryanto, hingga saat ini hanya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik daerah yang sudah memberikan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Mukomuko.
“Dari PDAM belum pernah masuk PAD. Baru dari BPR yang mulai masuk PAD ke daerah,” ujarnya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kinerja PDAM Tirta Selagan sebagai BUMD. Pasalnya, perusahaan daerah itu tetap menjalankan operasional dan menagih pembayaran air kepada ribuan pelanggan setiap bulan, namun belum mampu memberikan dividen atau kontribusi bagi pendapatan daerah.
Fakta itu juga menjadi sorotan karena selama ini PDAM Tirta Selagan telah menyerap anggaran pemerintah hingga puluhan miliar rupiah untuk pembangunan jaringan, infrastruktur, dan peningkatan layanan air bersih.
Sebagai BUMD, PDAM diharapkan tidak hanya menyediakan layanan air minum kepada masyarakat, tetapi juga mampu menghasilkan keuntungan yang dapat disetorkan ke kas daerah sebagai sumber PAD.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PDAM Tirta Selagan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab belum adanya kontribusi PAD maupun langkah yang akan ditempuh untuk meningkatkan kinerja perusahaan sehingga dapat memberikan pemasukan bagi Pemerintah Kabupaten Mukomuko. (Dd)
















Discussion about this post