JT.COM – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Fraksi PAN Daerah Pemilihan Bengkulu I Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses di Taman Tanjung Agung, Kota Bengkulu, Jumat (17/7/2026).
Beragam persoalan mengemuka dalam dialog tersebut. Warga mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU), kondisi drainase yang membutuhkan perbaikan, pengelolaan sampah, hingga meningkatnya keresahan akibat aksi geng motor.
Teuku Zulkarnain menegaskan seluruh aspirasi yang diterima akan diperjuangkan melalui DPRD Provinsi Bengkulu sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Reses menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Seluruh aspirasi ini akan kami bawa dan perjuangkan agar menjadi perhatian pemerintah,” ujar Teuku.
Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan warga ialah minimnya penerangan jalan, terutama di kawasan Jalan Irian. Menurut warga, beberapa titik lampu jalan tidak lagi berfungsi optimal setelah adanya pelebaran jalan.
Teuku menilai keberadaan PJU memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan.
“Penerangan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan dan upaya mencegah tindak kriminal,” katanya.
Selain itu, warga meminta pembangunan dan normalisasi drainase agar genangan air saat hujan dapat diminimalkan. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan nyaman.
Dalam sektor lingkungan, masyarakat juga mengusulkan penguatan program bank sampah. Menurut warga, program tersebut dapat menjadi solusi pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Teuku menyambut baik usulan tersebut dan menilai program berbasis partisipasi masyarakat layak terus dikembangkan.
Persoalan keamanan turut menjadi perhatian utama dalam reses tersebut. Warga mengaku resah dengan maraknya aksi geng motor yang dinilai semakin mengganggu ketertiban, bahkan sebagian pelaku diduga membawa senjata tajam.
Teuku menegaskan tindakan tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai kenakalan remaja biasa.
“Kalau sudah membawa senjata tajam dan mengancam keselamatan masyarakat, itu sudah masuk tindak kriminal. Aparat harus bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Meski demikian, ia menilai penanganan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Peran keluarga dan lingkungan juga menjadi kunci mencegah anak-anak terjerumus dalam aksi kriminal.
“Pencegahan harus dimulai dari rumah. Orang tua perlu mengawasi pergaulan anak, sementara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen harus bersinergi menciptakan lingkungan yang aman,” pungkasnya. (Yl)
















Discussion about this post