JT.COM – Jembatan Air Matan yang baru diresmikan mendadak jadi sorotan. Infrastruktur yang diharapkan memperlancar akses warga itu justru ambrol dan memicu kekhawatiran publik.
Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu langsung bergerak cepat. Mereka turun ke lokasi bersama tujuh kepala desa, BPBD, Dinas PUPR, hingga pihak kontraktor.
Anggota Komisi III, Suharto, menegaskan sidak ini untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan.
“Kami hadir untuk memastikan aspirasi masyarakat dijawab dan anggaran tidak disalahgunakan,” tegasnya.
Di lapangan, dewan menemukan sejumlah kejanggalan. Namun mereka belum mengambil kesimpulan. Komisi III memilih menunggu hasil kajian teknis dari tenaga ahli.
Langkah ini diambil agar penilaian berbasis fakta, bukan dugaan.
Sorotan makin tajam setelah Madi Husen mengungkap fakta penting. Jembatan tersebut baru sekitar dua bulan diresmikan, tetapi sudah rusak berat.
“Dengan anggaran sekitar Rp16,4 miliar, seharusnya kualitasnya terjamin,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dokumen proyek yang kini tengah diminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk diperiksa.

Dari sisi teknis, Darmawansyah menilai ada banyak hal yang belum transparan. Dokumen penting seperti Detail Engineering Design (DED) belum sepenuhnya diterima DPRD.
“Semua proyek harus jelas. Mulai dari survei tanah, air, hingga material. Itu belum kami lihat lengkap,” tegasnya.
Ia menduga lemahnya perencanaan bisa menjadi akar masalah. DPRD pun berencana memanggil konsultan perencana untuk dimintai penjelasan.
Di sisi lain, warga mulai angkat suara. Mereka khawatir keselamatan terganggu karena jembatan yang baru dibangun sudah rusak.
“Kami kecewa. Baru dibangun, tapi sudah begini. Kami butuh kepastian,” keluh salah satu warga.
Komisi III meminta semua pihak terbuka. Kontraktor dan pengawas diminta tidak menutup-nutupi fakta.
“Yang kami cari bukan kesalahan, tapi kebenaran. Yang penting jembatan ini aman digunakan masyarakat,” tutup Suharto.
Sidak ini menjadi titik awal pengusutan ambrolnya Jembatan Air Matan. Publik kini menunggu siapa yang bertanggung jawab dan langkah perbaikan yang akan diambil. (Adv/Yl)
















Discussion about this post