JT.COM – Pemerintah Desa Pauh Terenja, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, terus menggencarkan upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) melalui kegiatan fogging dan gerakan kebersihan lingkungan.
Fogging dilakukan di sejumlah titik yang dianggap rawan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD, Rabu, 20 Mei 2026.
Kepala Desa Pauh Terenja, Rodi Hartono, mengatakan fogging hanya menjadi langkah awal untuk menekan penyebaran nyamuk dewasa dan tidak bisa menjadi solusi utama memberantas DBD.
“Fogging memang tidak bisa mencegah DBD secara tuntas. Tapi setidaknya dapat membunuh nyamuk dewasa untuk mencegah penularan,” ujar Rodi Hartono.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan DBD sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
Karena itu, pemerintah desa mengimbau warga rutin membersihkan halaman rumah, menguras tempat penampungan air, serta menghilangkan genangan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan di rumah masing-masing agar penyebaran DBD bisa dicegah,” katanya.
Rodi menegaskan pemberantasan demam berdarah tidak cukup hanya mengandalkan fogging atau petugas kesehatan semata.
Ia meminta warga aktif menjalankan pola hidup bersih dan sehat setelah kegiatan fogging dilakukan.
“Memberantas DBD tidak cukup hanya dengan fogging. Kebersihan lingkungan harus terus dijaga agar nyamuk tidak berkembang lagi,” tegasnya.
Pemerintah Desa Pauh Terenja berharap langkah pencegahan tersebut mampu menekan risiko penyebaran DBD dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. (Dd)
















Discussion about this post