JT.COM – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Mukomuko mematangkan persiapan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Agenda ini menjadi bagian dari upaya membentuk kepengurusan baru Apkasindo Mukomuko periode 2026–2031.
Musdalub Apkasindo Mukomuko dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga November 2026. Sebelum agenda organisasi digelar, panitia dan para pemrakarsa akan memperkuat konsolidasi dengan petani sawit serta calon pengurus.
Salah satu pemrakarsa terbentuknya kembali Apkasindo Mukomuko, Ismail, mengatakan persiapan Musdalub terus dilakukan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Apkasindo Provinsi Bengkulu.
“Koordinasi dengan DPW Apkasindo Provinsi Bengkulu sudah kita lakukan. Ini untuk memastikan proses Musdalub berjalan sesuai AD/ART organisasi,” kata Ismail kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).
Menurut Ismail, Apkasindo Mukomuko perlu kembali diperkuat sebagai organisasi yang mewadahi kepentingan petani kelapa sawit. Karena itu, proses pembentukan kepengurusan tidak hanya berorientasi pada struktur organisasi, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan petani.
“Kita ingin Apkasindo Mukomuko benar-benar menjadi wadah perjuangan para petani sawit. Organisasi ini harus hadir untuk kepentingan petani,” ujarnya.
Ismail menjelaskan, konsolidasi akan dilakukan bersama petani sawit di 15 kecamatan. Calon pengurus juga akan dilibatkan dalam pembahasan visi dan arah organisasi ke depan.
“Kita akan konsolidasi dengan para petani dan calon pengurus untuk menyamakan persepsi. Kita ingin pengurus yang terbentuk benar-benar mau berjuang dan memahami persoalan petani sawit,” tegasnya.
Menurut Ismail, penguatan organisasi menjadi penting karena petani sawit menghadapi berbagai persoalan. Mulai dari harga Tandan Buah Segar (TBS), pupuk, hingga program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Apkasindo Mukomuko diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi dan perjuangan petani dalam menyampaikan berbagai persoalan tersebut kepada pemerintah maupun pihak terkait.
“Yang paling penting, organisasi ini harus kembali dekat dengan petani. Aspirasi petani harus menjadi dasar dalam menjalankan organisasi,” katanya.
Mukomuko merupakan salah satu daerah dengan perkebunan kelapa sawit rakyat yang luas di Provinsi Bengkulu. Kondisi tersebut membuat keberadaan organisasi petani memiliki peran penting dalam memperkuat komunikasi dan memperjuangkan kepentingan petani sawit.
Melalui Musdalub Apkasindo Mukomuko, proses pembentukan kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan berjalan sesuai aturan organisasi. Konsolidasi petani dan calon pengurus menjadi tahapan awal untuk membangun struktur Apkasindo Mukomuko yang lebih solid.
Agenda Musdalub pada Oktober–November 2026 nantinya akan menjadi momentum penataan kembali organisasi sekaligus menentukan arah kerja Apkasindo Mukomuko dalam memperjuangkan kepentingan petani kelapa sawit. (Dd)
















Discussion about this post