JT.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) serta pengendalian massa di Lapangan Polresta Jambi, Rabu (22/4/2026).
Apel dipimpin langsung Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana karhutla dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Provinsi Jambi.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, serta unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan, di antaranya BPBD, Basarnas, TNI, Kejaksaan, dan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda).
Dalam amanatnya, Kapolda Jambi menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan merupakan langkah preemtif untuk menghadapi potensi karhutla yang diperkirakan meningkat memasuki musim kemarau.
“Penanganan karhutla harus dilakukan sejak dini dengan mengedepankan upaya pencegahan,” ujar Krisno.
Ia menyebut, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi karhutla meningkat hingga akhir September. Karena itu, seluruh personel diminta meningkatkan kewaspadaan dan respons terhadap perkembangan titik panas (hotspot).
“Kesiapsiagaan harus cepat, tepat, dan terukur, dengan memperhatikan perkembangan hotspot yang ada,” katanya.
Kapolda juga mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, transportasi, hingga stabilitas sosial dan ekonomi.
“Dampaknya luas, sehingga menjadi tanggung jawab bersama yang harus ditangani secara serius,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski menghadapi tantangan yang kompleks, sinergi dan profesionalisme seluruh pihak menjadi kunci dalam penanganan karhutla.
“Saya yakin dengan komitmen dan kebersamaan, tugas ini dapat dilaksanakan dengan baik,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan apel kesiapsiagaan ini menjadi wujud sinergitas lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana dan gangguan kamtibmas.
“Seluruh personel dan stakeholder diharapkan mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam menghadapi setiap potensi bencana,” kata Erlan.
Ia menambahkan, Polda Jambi akan terus mengedepankan langkah preventif dan edukatif kepada masyarakat guna meminimalisasi kebakaran hutan dan lahan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan serta bersama-sama menjaga lingkungan,” ujarnya.
Apel berlangsung tertib dengan rangkaian kegiatan meliputi penghormatan pasukan, pemeriksaan pasukan, penyampaian amanat, dan doa bersama. (Nhr)
















Discussion about this post