JT.COM – Pelaksanaan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di arena bulu tangkis.
Kehadiran ratusan atlet, pelatih, Official, dan pendamping dari berbagai daerah turut menggerakkan perekonomian Bengkulu.
Sektor perhotelan, pariwisata, kuliner, transportasi hingga UMKM ikut merasakan dampak dari kejuaraan yang berlangsung pada 17–22 Agustus 2026 tersebut.
Ketua Pengprov PBSI Bengkulu, Suharto, SE., MBA, mengatakan Sirnas B memberi dampak positif bagi ekonomi daerah.
Menurutnya, kedatangan peserta dari berbagai provinsi menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.
“Sirnas ini membawa dampak ekonomi bagi Bengkulu. Banyak atlet dan ofisial dari berbagai provinsi datang ke sini. Tentu ini berdampak pada perhotelan, wisata, dan UMKM yang berjualan di stan Sirnas,” kata Suharto, Kamis (20/8/2026).
Suharto menjelaskan, para peserta membutuhkan tempat menginap selama mengikuti pertandingan.
Mereka juga berpeluang mengunjungi destinasi wisata, pusat kuliner, dan sejumlah lokasi usaha di Bengkulu.
“Jadi dampaknya bukan hanya di arena pertandingan. Ada hotel yang terisi, ada wisata yang dikunjungi, dan UMKM juga mendapatkan peluang untuk berjualan,” ujarnya.
Kehadiran UMKM di Sirnas B Bengkulu 2026 menjadi salah satu daya tarik di sekitar arena pertandingan. Sejumlah stan menawarkan berbagai produk kepada atlet, official, penonton, dan masyarakat.

Kepala Bidang Turnamen dan Monitoring Evaluasi (Monev) PP PBSI, Wahyana, menilai penyelenggaraan Sirnas B Bengkulu berjalan tertib dan lancar.
“Penyelenggaraannya cukup rapi, tertib dan lancar. Sampai saat ini tidak ada kendala maupun protes dari para pemain,” kata Wahyana.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan UMKM dalam turnamen tersebut. Menurutnya, jumlah pelaku usaha yang hadir menjadi nilai tambah bagi penyelenggaraan Sirnas B Bengkulu.
“UMKM-nya banyak sekali. Di daerah lain biasanya tidak sebanyak ini. Bengkulu betul-betul sukses menurut penilaian kami,” ujarnya.
Selain UMKM, Wahyana menilai fasilitas parkir di lokasi pertandingan cukup memadai. Kondisi itu membuat peserta dan penonton lebih nyaman.
Ia berharap Bengkulu kembali mendapat kepercayaan untuk menggelar kejuaraan bulu tangkis nasional.
“Semoga ke depan Bengkulu bisa menjadi tuan rumah lagi,” katanya.
Suharto menyampaikan apresiasi kepada PP PBSI, panitia, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Sirnas B Bengkulu 2026.
Menurutnya, kelancaran turnamen menjadi bukti kuatnya kolaborasi berbagai pihak.
“Kami bersyukur pelaksanaan Sirnas B ini berjalan lancar. Semua bisa bekerja sama dengan baik. Kalau ada kendala kecil, semuanya dapat diatasi,” ujar Suharto.
Sirnas B 2026 juga menjadi momentum penting bagi Pengprov PBSI Bengkulu. Bengkulu kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah sebelumnya menggelar Sirnas pada 2011.
Kepercayaan tersebut mendorong Suharto menargetkan level penyelenggaraan yang lebih tinggi.
“Kami bangga dipercaya menjadi tuan rumah Sirnas B untuk kedua kalinya. Mudah-mudahan ke depan Bengkulu dipercaya menjadi tuan rumah Sirnas A,” katanya.
Memasuki fase semifinal dan final, jumlah penonton diperkirakan meningkat. Laga semifinal dijadwalkan menjadi salah satu pertandingan paling menarik sebelum partai puncak.
“Semifinal ini sudah seperti final. Besok akan ada siaran langsung oleh iNews TV,” kata Suharto.
Ia berharap masyarakat semakin ramai memberikan dukungan kepada para atlet. Pemerintah daerah juga terus dilibatkan untuk memperkuat pelaksanaan turnamen.
Menurut Suharto, dukungan tersebut menunjukkan bahwa Sirnas B Bengkulu bukan hanya agenda Pengprov PBSI. Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari promosi daerah dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Yang membuat kami bangga, kegiatan ini didukung pemerintah daerah. Jadi bukan hanya tanggung jawab Pengprov PBSI, tetapi kita menggandeng seluruh jajaran di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.
Suharto juga berharap peningkatan jumlah penonton berdampak langsung terhadap UMKM di arena.
“Besok dan lusa penonton akan lebih banyak. Mudah-mudahan UMKM juga semakin meningkat,” katanya.

Geliat UMKM di arena Sirnas B Bengkulu turut mendapat perhatian AKBP Banyu Erni Juarsih, SH., MH. Ia mengunjungi sejumlah stan dan membeli produk yang ditawarkan pelaku usaha serta sponsor.
Menurutnya, keberadaan stan UMKM membuat suasana turnamen semakin hidup. Produk yang tersedia juga cukup beragam, mulai dari perlengkapan bulu tangkis hingga makanan.
“Saya sangat menyukai stan-stan di Sirnas ini. Produknya lengkap, mulai dari perlengkapan badminton, baju, sepatu, raket, sampai jasa pemasangan senar,” kata Banyu Erni Juarsih.
Ia juga mengapresiasi layanan pemasangan senar raket serta beragam jajanan yang tersedia bagi pengunjung.
“Peralatannya bagus dan jajanan yang tersedia juga banyak yang digemari. Ini tentu membuat suasana Sirnas semakin menarik,” ujarnya.
Dengan penyelenggaraan yang berjalan lancar, Sirnas B Bengkulu 2026 menjadi lebih dari sekadar kompetisi bulu tangkis. Turnamen ini sekaligus menjadi panggung pembinaan atlet, media promosi Bengkulu, serta penggerak ekonomi lokal.
Bagi Suharto dan Pengprov PBSI Bengkulu, kesuksesan Sirnas B menjadi modal untuk membawa Bengkulu menuju event bulu tangkis nasional dengan level yang lebih tinggi. (Yl)
















Discussion about this post