JT.COM – Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bengkulu sukses menjadi tuan rumah Sirkuit Nasional (Sirnas) B 2026.
Turnamen yang berlangsung pada 17–22 Agustus 2026 itu memasuki hari ketiga dengan pertandingan yang berjalan lancar.
Pelaksanaan Sirnas B Bengkulu 2026 mendapat dukungan arena pertandingan yang memadai, lapangan berstandar nasional, serta kinerja panitia yang dinilai responsif.
Lebih dari 400 atlet dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam ajang yang digelar di Bengkulu tersebut.
Kepala Bidang Turnamen dan Monitoring Evaluasi (Monev) PP PBSI, Wahyana, menilai Bengkulu cukup berhasil menjalankan tugas sebagai tuan rumah.
“Bisa dikatakan Sirkuit Nasional B di Bengkulu cukup berhasil, terutama dalam jumlah pendaftar terbanyak,” ujar Wahyana.
Menurut Wahyana, kelancaran pertandingan menjadi salah satu indikator keberhasilan. Sebagian besar pertandingan berjalan sesuai jadwal. Penundaan pertandingan juga relatif sedikit sehingga agenda tidak berlarut hingga malam.
“Setiap penyelenggaraan pasti dilakukan evaluasi, baik itu sarana prasarana dan sebagainya. Untuk Bengkulu cukup bagus,” katanya.
Keberhasilan Sirnas B Bengkulu membuka peluang bagi daerah ini untuk kembali dipercaya menggelar turnamen dengan level lebih tinggi.
Namun, Wahyana menyebut Sirnas A memiliki standar penyelenggaraan yang lebih besar. Kebutuhan lapangan dan fasilitas juga akan meningkat.
Apalagi, PP PBSI memiliki rencana menggabungkan Sirnas A dan B menjadi satu rangkaian event pada 2027. Kondisi tersebut diperkirakan meningkatkan jumlah peserta secara signifikan.
“Pesertanya bisa di atas 1.000 atlet. Karena dari tiga menjadi enam event, tentu dibutuhkan GOR pendamping,” jelas Wahyana.
Ia menjelaskan, jumlah peserta sekitar 1.000 atlet membutuhkan sedikitnya 10 lapangan. Jika peserta mencapai 1.500 atlet, kebutuhan lapangan dapat meningkat menjadi sekitar 15 lapangan.
“Kalau seluruh persyaratan tersebut dapat dipenuhi, Bengkulu bukan tidak mungkin kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang bulutangkis nasional,” ujarnya.
Sirnas B Bengkulu tidak hanya berdampak pada pembinaan olahraga. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, orang tua, dan pendamping turut menggerakkan perekonomian daerah.
Rombongan yang datang dari berbagai provinsi menggunakan jasa hotel, transportasi, kuliner, hingga pusat perbelanjaan.
Kehadiran mereka juga menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi wisata Bengkulu. Diperkirakan sekitar 1.500 orang ikut bergerak mengikuti rangkaian kegiatan Sirnas B Bengkulu.
Kondisi ini menunjukkan bahwa event olahraga nasional dapat memberikan efek berganda bagi daerah.
Selain melahirkan atlet berprestasi, turnamen juga mampu membuka ruang promosi dan menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana Sirnas B Bengkulu 2026, Kussujiantho Utomo, S.P., menyampaikan apresiasi kepada PP PBSI yang telah memberikan kepercayaan kepada Bengkulu.
Menurutnya, dukungan dan keterlibatan Ketua Pengprov PBSI Bengkulu, Suharto, yang juga aktif sebagai Dewan Pengawas PP PBSI, turut membuka peluang bagi Bengkulu menjadi tuan rumah kejuaraan nasional.
“Kami berterima kasih kepada PP PBSI yang telah memberikan kepercayaan kepada Bengkulu untuk menjadi tuan rumah Sirkuit Nasional B,” ujar Kussujiantho.
Ia memastikan panitia akan menyelesaikan seluruh rangkaian Sirnas B Bengkulu 2026 dengan maksimal.
Kussujiantho juga menegaskan Bengkulu siap jika mendapat amanah menggelar Sirnas A. Panitia bahkan telah menyiapkan opsi GOR pendamping untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pertandingan dan peserta.
“Ketika diberikan amanah untuk penyelenggaraan Sirkuit Nasional A, Bengkulu siap. GOR pendamping juga sudah disiapkan,” katanya.
Meski demikian, penyelenggaraan Sirnas A membutuhkan dukungan fasilitas yang lebih lengkap. Karena itu, panitia berharap pemerintah daerah ikut memperkuat sarana olahraga di Bengkulu.
“Untuk fasilitas yang lebih lengkap, kita juga membutuhkan support dari Pemda,” pungkasnya.
Keberhasilan Sirnas B Bengkulu 2026 menjadi modal penting bagi Pengprov PBSI Bengkulu untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event olahraga nasional.
Jika dukungan fasilitas dan pemerintah daerah terus diperkuat, peluang Bengkulu menjadi tuan rumah Sirnas A semakin terbuka. (Yl)
















Discussion about this post