JT.COM – Dewan juri resmi menetapkan para pemenang Festival Video Musik Dol 2026 yang digelar Polresta Bengkulu dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.
Sanggar Tempang Tigo berhasil keluar sebagai juara pertama setelah meraih nilai tertinggi dalam ajang yang mengangkat kearifan lokal Bengkulu tersebut.
Penilaian berlangsung di Ruang Command Center Polresta Bengkulu, Senin (29/6/2026), dipimpin Ps. Kasat Resnarkoba Polresta Bengkulu AKP Firman Syahputra bersama panitia pelaksana.
Festival yang berlangsung sejak 17 hingga 29 Juni 2026 ini menjadi wadah bagi para peserta untuk menampilkan kreativitas melalui video musik Dol, salah satu warisan budaya khas Bengkulu.
Proses penilaian dilakukan secara profesional oleh tiga dewan juri yang berasal dari kalangan seni dan budaya, yakni Remy Ramadhan, M.Sn. dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Rahmad Endang dari BPJN Bengkulu, serta Edwin Soemantri, S.Sn. dari TMII Jakarta.
Mereka menilai karya peserta berdasarkan kreativitas, kualitas artistik, penyajian budaya, hingga kesesuaian dengan tema lomba.
Berdasarkan hasil penilaian, Sanggar Tempang Tigo berhasil meraih Juara I dengan total nilai 1.300.
Posisi Juara II diraih Sanggar Bencoolen Dol dengan nilai 1.220, sedangkan Juara III menjadi milik Sanggar Malabero Cilik dengan nilai 1.000.
Panitia memastikan seluruh tahapan penjurian berlangsung objektif, transparan, serta berjalan aman dan kondusif.
Panitia menjadwalkan penyerahan hadiah kepada para pemenang pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 20.00 WIB, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Polresta Bengkulu.
Festival Video Musik Dol menjadi salah satu agenda budaya yang digelar untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan seni Dol kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmad Hidayat melalui panitia Hari Bhayangkara ke-80 menegaskan bahwa kegiatan budaya menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan Polri dan masyarakat.
“Festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Kami berharap kecintaan terhadap seni budaya Bengkulu terus tumbuh di semua kalangan,” ujarnya.
Melalui Festival Video Musik Dol, Polresta Bengkulu berharap semangat melestarikan budaya daerah terus berkembang.
Selain menjadi media kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya Bengkulu dalam suasana yang aman, harmonis, dan penuh semangat kebersamaan. (Yl)
















Discussion about this post