JT.COM – Kondisi ruas jalan jalur dua di kawasan Keramas, Kelurahan Parit Culum I, Kecamatan Muara Sabak Barat, dikeluhkan warga karena tertutup vegetasi liar berupa rumpun bambu yang menjalar hingga ke badan jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (23/4/2026), batang dan daun bambu tumbuh lebat di sisi kiri jalan, dari arah simpang empat Kampung Arab menuju RSUD Nurdin Hamzah (NH). Vegetasi tersebut bahkan hampir menyentuh garis tengah jalan sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan.
Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Pasalnya, ruas tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan masyarakat dengan sejumlah fasilitas publik, seperti RSUD NH, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, SMA Negeri 8 Sabak Barat, SLB Negeri, serta lapangan olahraga dan gedung pemerintahan lainnya.
Selain itu, arus lalu lintas di ruas tersebut tergolong padat, dilalui kendaraan pribadi, ambulans, hingga angkutan umum. Penyempitan jalan akibat vegetasi liar dikhawatirkan dapat mengganggu jarak pandang pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Warga sekitar berharap Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui instansi terkait segera melakukan penanganan, antara lain pemangkasan dan pembersihan rumpun bambu yang telah masuk ke badan jalan.
“Kami berharap segera ada tindakan dari pemerintah untuk membersihkan bambu yang sudah mengganggu badan jalan. Kondisi ini berbahaya, apalagi jalur ini sering dilalui ambulans,” ujar Ahmad (40), warga setempat.
Ia menambahkan, penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga perlu disertai perawatan berkala agar vegetasi tidak kembali tumbuh liar.
“Selain untuk keselamatan, penataan ini juga penting agar lingkungan terlihat rapi dan nyaman,” katanya.
Warga juga mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Gubernur Al Haris dalam perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah.
“Kami melihat perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah provinsi, seperti di ruas Pungut Mudik–Sungai Kuning, sudah tepat karena fokus pada titik-titik prioritas. Kami berharap penanganan seperti ini juga dilakukan di wilayah kami,” ujarnya.
















Discussion about this post