JT.COM – Kantor Pertanahan Kabupaten Bengkulu Tengah mulai mematangkan program Reforma Agraria 2026. Salah satunya melalui rapat penetapan lokasi kegiatan Penanganan Akses Reforma Agraria, Selasa (21/04).
Rapat digelar di ruang kantor pertanahan dan dipimpin langsung Kepala Kantor, Lestariana Marwassari.
Hadir Asisten I Bupati Bengkulu Tengah Ayatul Mukhtadin, perwakilan Kementerian Pertanian Muhamad Thoyib, serta sejumlah pihak terkait.
Fokus rapat mengarah pada penentuan lokasi prioritas program tahun anggaran 2026. Langkah ini dinilai krusial agar pelaksanaan program tepat sasaran.
“Penentuan lokasi harus benar-benar selektif agar program berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Lestariana.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Penanganan akses reforma agraria menjadi bagian penting dari program nasional.
Tujuannya tidak hanya legalisasi lahan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
“Program ini harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan tanah yang produktif,” ujarnya.
Dengan pendekatan ini, masyarakat penerima manfaat diharapkan dapat mengembangkan usaha dan memperkuat ekonomi lokal.
Rapat ini juga memperkuat koordinasi antar instansi, mulai dari pemerintah daerah hingga kementerian terkait. Sinergi dinilai menjadi kunci keberhasilan program.
Melalui kesepakatan yang dihasilkan, Kantor Pertanahan Bengkulu Tengah optimistis program Penanganan Akses Reforma Agraria 2026 dapat berjalan optimal, terarah, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (Yl)
















Discussion about this post