JT.COM — Bank Indonesia (BI) mendorong percepatan transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) di daerah. Digitalisasi dinilai dapat meningkatkan efisiensi transaksi, produktivitas, dan daya saing ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali saat membuka Casual Talk bertema “Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital untuk Mendukung Produktivitas Ekonomi” di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026).
Ricky mengatakan penguatan ekonomi dan keuangan digital di daerah harus menyesuaikan karakteristik, kesiapan digital, dan potensi masing-masing wilayah. Langkah ini penting agar digitalisasi tidak sekadar meningkatkan transaksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Penguatan EKD di daerah harus memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha melalui peningkatan efisiensi, penciptaan nilai tambah, dan penguatan daya saing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ricky.
Implementasi digitalisasi sistem pembayaran di daerah terus menunjukkan perkembangan. Hingga Semester I 2026, sebanyak 518 dari 546 pemerintah daerah atau sekitar 94,9 persen telah masuk kategori Digital dalam Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan transaksi digital dalam pemerintahan. Digitalisasi juga diarahkan untuk memperkuat efisiensi, transparansi, dan tata kelola transaksi pemerintah daerah.
Pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia Segmen Pemerintah juga terus diperluas. Saat ini, instrumen tersebut telah digunakan oleh 60 kementerian/lembaga dan 304 pemerintah daerah.
Sementara itu, penggunaan QRIS melalui pindai maupun QRIS TAP turut memperluas transaksi nontunai pada layanan publik dan aktivitas ekonomi di daerah.
Bank Indonesia juga terus mendorong sistem pembayaran yang efisien dan inklusif melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Perluasan akseptasi digital diharapkan membuka peluang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan penerimaan dan belanja daerah.
Penguatan digitalisasi juga dilakukan melalui Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Program tersebut diperkuat melalui Program Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi (KATALIS) P2DD.
KATALIS P2DD menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Program ini juga diarahkan untuk memperluas transaksi digital, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat pendapatan dan belanja daerah secara nontunai.
Sinergi melibatkan TPID, TP2DD, pemerintah daerah, BPD, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia turut memberikan Championship P2DD kepada pemerintah daerah dengan kinerja terbaik dalam digitalisasi transaksi dan pelayanan publik. Penghargaan juga diberikan kepada para pemenang program KATALIS P2DD x DIGDAYA.
Casual Talk FEKDI x IFSE 2026 menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital Boni Pudjianto, serta Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Ryan Rizaldy.
Ricky menegaskan Bank Indonesia bersama 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia terus mendorong kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Digitalisasi di daerah diharapkan tidak berhenti pada peningkatan volume transaksi.
Transformasi EKD juga harus mampu menghubungkan potensi daerah dengan peluang ekonomi digital. Dengan begitu, digitalisasi dapat mendorong produktivitas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
FEKDI x IFSE 2026 berlangsung pada 24–26 September 2026 di JICC Jakarta. Hari pertama berfokus pada penguatan sinergi nasional, hari kedua pada pengembangan talenta dan inovasi digital, sedangkan hari ketiga mengangkat konektivitas ekonomi dan keuangan digital antarnegara.
Rangkaian acara diisi seminar, talkshow, showcase inovasi teknologi, digital experience, dan sesi jejaring. Forum ini menjadi ruang untuk mempertemukan kebijakan, inovasi, talenta, industri, dan kebutuhan masyarakat dalam mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital. (Yl)
















Discussion about this post