JT.COM – Suasana Ramadan terasa hangat di Pesantren Al-Fatah Penarik, Kabupaten Mukomuko. Pesantren yang dikelilingi hamparan hijau ini menjadi tempat para santri menimba ilmu agama sekaligus memperkuat nilai kebersamaan selama bulan suci.
Di bawah kepemimpinan Ustadz Fauzan Temboro, ulama yang dikenal di wilayah Mukomuko dan berasal dari Malin Deman, pesantren ini terus berkembang sebagai pusat pendidikan agama dan pembinaan karakter santri.
Setiap pagi, para santri memulai hari dengan sahur sederhana yang disiapkan para pengasuh pesantren. Setelah itu mereka berkumpul di mushola untuk membaca Al-Qur’an dan mengikuti tausiyah.
Suasana tenang dan khusyuk terasa dalam setiap kegiatan. Para santri menjalani Ramadan dengan disiplin dan penuh semangat.
“Pesantren ini bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga tempat membentuk akhlak dan kemandirian santri,” ujar Ustadz Fauzan, Kamis (12/3/2026).
Siang hari di Pesantren Al-Fatah Penarik diisi dengan berbagai kegiatan pendidikan dan sosial. Para santri mengikuti pelajaran agama, menghafal Al-Qur’an, serta melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan pesantren.
Tidak hanya itu, mereka juga diajak membantu masyarakat sekitar sebagai bentuk pengamalan nilai kepedulian.
“Kami ingin santri belajar tentang kesederhanaan, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama,” kata Ustadz Fauzan.
Malam hari menjadi waktu yang paling dinanti. Para santri berkumpul untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah di mushola pesantren.
Setelah tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan majelis ilmu dan diskusi keagamaan yang membahas berbagai persoalan kehidupan dan ajaran Islam.
Dalam setiap tausiyahnya, Ustadz Fauzan kerap menyelipkan humor dan cerita inspiratif sehingga suasana pengajian terasa hangat dan akrab.
Ramadan di Pesantren Al-Fatah Penarik tidak hanya menjadi waktu memperbanyak ibadah, tetapi juga momen membangun karakter dan kebersamaan antar santri.
Para santri belajar hidup sederhana, mandiri, dan saling membantu. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka saat kembali ke tengah masyarakat.
“Di pesantren ini kami ingin membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Ustadz Fauzan.
Dengan suasana yang damai dan penuh kekeluargaan, Pesantren Al-Fatah Penarik terus menjadi tempat belajar yang menumbuhkan cinta terhadap ilmu, kebaikan, dan harmoni spiritual bagi para santri. (Dd)
















Discussion about this post