JT.COM – Pertamina EP (PEP) Jambi bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Batang Hari menggelar sosialisasi pengamanan jalur pipa dan fasilitas produksi guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko kebakaran.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Bajubang pada 21 April 2026 ini diikuti lebih dari 40 warga dari Desa Panerokan, Desa Ladang Peris, Desa Pompa Air, dan Kelurahan Bajubang.
Field Manager PEP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan awal kebakaran, khususnya di wilayah sekitar operasi hulu migas.
“Kami mendorong masyarakat tidak hanya memahami risiko, tetapi juga memiliki kesiapan dalam mencegah dan merespons kondisi darurat. Respons cepat dan tepat sangat berpengaruh terhadap dampak yang ditimbulkan,” ujar Kurniawan.
Dalam kegiatan tersebut, tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PEP Jambi memberikan materi terkait sistem tanggap darurat, prosedur penanganan kebocoran pipa, serta klasifikasi kebakaran.
Selain itu, personel Damkar Kabupaten Batang Hari, Ridwansyah, menyampaikan edukasi mengenai potensi penyebab kebakaran dalam kehidupan sehari-hari, seperti kebocoran tabung gas, pembakaran sampah, penumpukan bahan mudah terbakar, serta penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai standar.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda awal kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
“Sebagian besar kebakaran berawal dari aktivitas sehari-hari yang kerap diabaikan. Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada dan segera melakukan penanganan awal serta meminta bantuan jika muncul tanda bahaya,” kata Ridwansyah.
Camat Bajubang, Dahlan Suntana, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kegiatan ini memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada masyarakat. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat lebih siap menghadapi potensi kebakaran,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, peserta juga mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) serta metode sederhana seperti kain basah sebagai langkah penanganan awal kebakaran. (Stp)
















Discussion about this post